Kisah Batik Giriarum: Dari Jasa Nyanting hingga Ekspor ke Paris
Batik Giriarum menjadi salah satu UMKM yang terus berkembang berkat komitmen pada teknik batik tulis dan motif khas daerah yang tetap dilestarikan.
Editor:
Andra Kusuma
Salah satu produk mereka tas laptop batik tulis kombinasi kulit berhasil lolos kurasi dan menembus pasar internasional.
“Alhamdulillah, salah satu produk kami sudah diekspor ke Paris, yaitu tas laptop batik tulis kombinasi kulit,” ungkapnya.
Menariknya, ekspor tersebut bukan berasal dari pesanan langsung, melainkan melalui proses kurasi.
“Pihak Bank Indonesia Perwakilan Solo mengadakan kurasi produk dari tim Paris, dan Batik Giriarum ikut serta. Alhamdulillah salah satu produk kami lolos, yaitu tas laptop batik tulis kombinasi kulit,” jelas Sri.
Selain merambah pasar global, Batik Giriarum juga rutin mengikuti berbagai pameran di Karanganyar, Solo, serta sejumlah pusat perbelanjaan besar.
“Kami mengikuti pameran di beberapa event di Karanganyar maupun mall-mall di Solo dan sekitarnya,” katanya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Batik Giriarum semakin dikenal luas dan mampu memperluas jaringan pelanggan.
Keberhasilan itu tidak lepas dari komitmen mereka untuk selalu menjaga kualitas.
“Saya selalu menjaga kualitas bahan, desain, serta memberikan pelayanan terbaik agar pembeli merasa nyaman dan kembali membeli produk kami,” ujar Sri.
Meski omzet yang didapat belum besar, Sri tetap optimis dan percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Dengan visi yang kuat dan semangat yang tidak surut, Sri berharap Batik Giriarum semakin berkembang ke depannya.
Batik Giriarum kini menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk bersinar, bahkan hingga ke kancah internasional. (*)
Baca tanpa iklan