Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kisah Batik Giriarum: Dari Jasa Nyanting hingga Ekspor ke Paris

Batik Giriarum menjadi salah satu UMKM yang terus berkembang berkat komitmen pada teknik batik tulis dan motif khas daerah yang tetap dilestarikan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Andra Kusuma
zoom-in Kisah Batik Giriarum: Dari Jasa Nyanting hingga Ekspor ke Paris
Tribunshopping.com
Produk Batik Giriarum saat mengikuti pameran UMKM di Solo dan sekitarnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Produk-produk UMKM kini semakin menjadi primadona bagi masyarakat yang menginginkan kualitas, ciri khas, hingga sentuhan budaya dalam satu pilihan.

Fenomena ini tidak hanya memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga mendorong mereka terus berinovasi agar mampu bersaing dan tetap mempertahankan kekayaan tradisi daerah.

Salah satu UMKM yang berkembang dengan semangat tersebut adalah Batik Giriarum, usaha milik Sri Witanti yang berlokasi di Seberan RT 01 RW 08, Girilayu, Matesih, Karanganyar.

Mengusung komitmen tinggi terhadap teknik batik tulis serta motif khas daerah, Batik Giriarum menjadi contoh bagaimana ketekunan dan kecintaan pada budaya bisa menghadirkan karya berkualitas yang diminati banyak orang.

Baca juga: Menghidupkan Keindahan Batik Girilayu, Perjalanan Yuli Asih dalam Melestarikan Budaya

Batik Giriarum: Ketekunan yang Mengantar UMKM Lokal Makin Bersinar

Para pengrajin batik yang merupakan penerus warisan pembatik Girilayu
Para pengrajin batik yang merupakan penerus warisan pembatik Girilayu (Tribunnews.com/Chrysnha Pradipha)

 

Batik Giriarum merupakan UMKM unggulan dari Girilayu, Matesih, Karanganyar, yang berkembang melalui kerja keras pemiliknya, Sri Witanti.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk UMKM yang tidak hanya berkualitas tetapi juga kaya unsur budaya, Batik Giriarum hadir sebagai bukti bahwa konsistensi mampu membawa usaha kecil mencapai pencapaian besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam wawancaranya, Sri Witanti mengisahkan bahwa usaha ini bermula dari hal yang sederhana.

“Usaha batik tulis ini sudah berjalan sekitar 10 tahun,” ujarnya saat berbincang dengan Cenderaloka.

Sri menjelaskan bahwa ia awalnya hanya menerima jasa mencanting. Namun seiring waktu, ia belajar lebih dalam mengenai proses batik tulis hingga akhirnya mampu memproduksi kain batik sendiri.

"Awalnya hanya jasa nyanting. Lalu saya mendalami lagi teknis produksi batik tulis, mulai dari nyanting sampai menjadi kain batik,” tuturnya.

Langkah tersebut ia ambil sebagai upaya menambah penghasilan dan membantu ekonomi keluarga.

“Saya lakukan ini supaya ada kemajuan untuk menambah ekonomi keluarga,” tambahnya.

Sistem pemasaran dilakukan baik secara online maupun offline, ditambah dengan keikutsertaan di berbagai pameran untuk memperluas jangkauan.

Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan.

Baca juga: Menilik Desa Girilayu di Lereng Lawu, Kekayaan Motif Batik yang Gigih Lestari

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas