Kisah Batik Giriarum: Dari Jasa Nyanting hingga Ekspor ke Paris
Batik Giriarum menjadi salah satu UMKM yang terus berkembang berkat komitmen pada teknik batik tulis dan motif khas daerah yang tetap dilestarikan.
Editor:
Andra Kusuma
TRIBUNNEWS.COM - Produk-produk UMKM kini semakin menjadi primadona bagi masyarakat yang menginginkan kualitas, ciri khas, hingga sentuhan budaya dalam satu pilihan.
Fenomena ini tidak hanya memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga mendorong mereka terus berinovasi agar mampu bersaing dan tetap mempertahankan kekayaan tradisi daerah.
Salah satu UMKM yang berkembang dengan semangat tersebut adalah Batik Giriarum, usaha milik Sri Witanti yang berlokasi di Seberan RT 01 RW 08, Girilayu, Matesih, Karanganyar.
Mengusung komitmen tinggi terhadap teknik batik tulis serta motif khas daerah, Batik Giriarum menjadi contoh bagaimana ketekunan dan kecintaan pada budaya bisa menghadirkan karya berkualitas yang diminati banyak orang.
Baca juga: Menghidupkan Keindahan Batik Girilayu, Perjalanan Yuli Asih dalam Melestarikan Budaya
Batik Giriarum: Ketekunan yang Mengantar UMKM Lokal Makin Bersinar
Batik Giriarum merupakan UMKM unggulan dari Girilayu, Matesih, Karanganyar, yang berkembang melalui kerja keras pemiliknya, Sri Witanti.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk UMKM yang tidak hanya berkualitas tetapi juga kaya unsur budaya, Batik Giriarum hadir sebagai bukti bahwa konsistensi mampu membawa usaha kecil mencapai pencapaian besar.
Dalam wawancaranya, Sri Witanti mengisahkan bahwa usaha ini bermula dari hal yang sederhana.
“Usaha batik tulis ini sudah berjalan sekitar 10 tahun,” ujarnya saat berbincang dengan Cenderaloka.
Sri menjelaskan bahwa ia awalnya hanya menerima jasa mencanting. Namun seiring waktu, ia belajar lebih dalam mengenai proses batik tulis hingga akhirnya mampu memproduksi kain batik sendiri.
"Awalnya hanya jasa nyanting. Lalu saya mendalami lagi teknis produksi batik tulis, mulai dari nyanting sampai menjadi kain batik,” tuturnya.
Langkah tersebut ia ambil sebagai upaya menambah penghasilan dan membantu ekonomi keluarga.
“Saya lakukan ini supaya ada kemajuan untuk menambah ekonomi keluarga,” tambahnya.
Sistem pemasaran dilakukan baik secara online maupun offline, ditambah dengan keikutsertaan di berbagai pameran untuk memperluas jangkauan.
Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan.
Baca juga: Menilik Desa Girilayu di Lereng Lawu, Kekayaan Motif Batik yang Gigih Lestari
Baca tanpa iklan