Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Semua Keturunan Sultan Banten Hidup Bergelimang Harta

Kesultanan Banten sudah runtuh tiga abad silam. Persisnya tahun 1813.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tak Semua Keturunan Sultan Banten Hidup Bergelimang Harta
banten.go.id
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, saat berziarah ke makam Sultan Banten, beberapa waktu silam 

Baru tahun 2000 dia kembali lagi ke kampungnya di Kelurahan Kasunyatan. Lalu membangun warung seadanya dari sisa uang selama merantau. Warung milik Royani kecil. Hanya terbuat dari kayu dan terpal. Yang dijual hanya makanan ringan dan minuman. Peziarah cuma bisa makan mi di warung Royani, tak ada makanan lain. Warung itu berada persis di depan Makam Sultan Maulana Yusuf.

Sejak kembali ke kampung halamannya Royani juga baru mulai membangun keluarga yang mapan.

Selama merantau, Royani punya istri di setiap kota. Tak ada yang sampai punya anak. Ia ceraikan begitu pindah kota.

Makanya kini kelima anak Royani masih duduk di sekolah dasar. Padahal umur Royani tak muda lagi. “Saya telat membangun keluarga,” ujar Royani. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Baca kisah selanjutnya di Warta Kota edisi Selasa, 24 Desember 2011

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas