Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa: Kami Bela Diri, Kenapa Kami yang Kena Skorsing?

6 pelajar SMAN 3 Jakarta Selatan terkena skorsing yang mereka anggap tak wajar. Mereka mengaku hanya membela diri saat bersitegang dengan orang luar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus

"Katanya peraturan dan tata tertib, tapi dia nggak jelasin itu di mana yang melanggarnya?" kata seorang orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya usai bertemu Kepala Sekolah SMAN 3 Setiabudi, Rabu (4/2/2015) petang.

"Malah ngasih liat (foto), ini loh rumahnya, anaknya jenderal," ujar seorang orangtua mengutip pernyataan kepsek saat menunjukan foto si pelapor.

Setelahnya, Kepsek menegaskan keputusannya untuk menskors enam anak tadi.

"Lagi pula, kalau gitu, harusnya ada tahapannya seperti SP 1, SP 2 kalau memang anak kami salah. Itu kalau salah, tapi ini kan enggak," ucapnya.

Protes bernada sama juga diungkapkan orangtua siswa lainnya. Dia menilai skorsing itu sangat berat untuk kelangsungan proses belajar mengajar anaknya.

"Skrosing dari tanggal 11 Februari sampai 9 Maret, terus lanjut lagi 16 Maret dan sampai 13 April. Tidak diperkenankan masuk sekolah, anak gimana mau ngisi pelajaran. Terlalu berat. Ini namanya merusak generasi muda. Kalau nilai hancur bukan salah mereka, apa sekolah mau tanggung jawab?" ujarnya geram.

Atas kejadian tersebut, para orangtua siswa akan melaporkannya peristiwa ini ke Polda Metro Jaya. Selain itu, mereka akan mengadukan perlakuan kepala sekolah ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami akan laporkan ini ke Polda Metro Jaya dan Dinas Pendidikan," tegas Paulus Frans, orangtua dari P.

"Kepala sekolah kok membenarkan tindakan yang dilakukan oleh si preman dan menyalahkan tindakan anak-anak didiknya yang dalam kondisi membela diri," kata Paulus.

Apalagi, kata dia, pihak sekolah belum mau memberikan keterangan atas kejadian tersebut. Adapun kepala sekolah, saat dikonfirmasi wartawan, belum mau memberikan keterangan.

"Kami nggak bisa memberikan statement dulu ya," kata Retno L, Kepala Sekolah SMAN 3 Setiabudi saat ditemui.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas