Ini Klarifikasi Polda Metro Soal Video 'Polisi Bentak Sopir Transjakarta'
Polisi juga memastikan bahwa pengendara sepeda motor tersebut mengenakan helm, tidak seperti diterangkan dalam video yang beredar sebelumnya.
Editor:
Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya belum dapat memastikan lokasi kejadian kecelakaan antara bus Transjakarta dan sepeda motor yang akhir-akhir ini diperbincangkan di media sosial.
Polisi juga memastikan bahwa pengendara sepeda motor tersebut mengenakan helm, tidak seperti diterangkan dalam video yang beredar sebelumnya.
BACA: Video 'Polisi Bentak Sopir Transjakarta' Memicu Kekesalan Netizen
Hal itu dinyatakan dalam akun Facebook TMC Polda Metro Jaya, Minggu (29/3/2015) malam.
Dalam penjelasannya, Polda Metro menyatakan tujuh hal untuk mengklarifikasi video yang diunggah Muhammad Eko Avianto melalui akun Facebook-nya.
Dalam penjelasannya, Polda Metro menyatakan bahwa pada saat kejadian, Selasa (24/3/2015) pukul 15.14 WIB, petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya atas nama Aipda K dan Brigadir M sedang melaksanakan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Semanggi dengan memberlakukan buka tutup arus lalu lintas.
Tiba-tiba ada pengendara sepeda motor Honda Supra menghampiri keduanya dan memalangkan motornya di jalur transjakarta.
Pengendara tersebut turun dari kendaraan dan menyatakan bahwa ia hampir diserempet bus transjakarta.
"Saya bisa mati, Pak!! Saya anggota Polri juga Pak," sebut akun Polda Metro mengutip pernyataan pengendara tersebut.
BACA: Pengemudi Motor Yang Dibela Polisi Ternyata Polisi Juga
Polda Metro menegaskan bahwa pengendara sepeda motor tersebut menggunakan helm, tidak seperti disebutkan oleh Eko bahwa pengendara itu tidak mengenakan helm.
"Titik nyaris kecelakaannya (nyaris serempetannya) belum dapat dipastikan apakah di Jalur Busway atau di Jalur Mix Traffic," sebut Polda.
Ditlantas Polda Metro Jaya telah mendapat keterangan lebih lengkap dari pengemudi bus transjakarta.
Namun, polisi belum menemukan sang pengendara sepeda motor.
Polisi juga belum dapat memastikan apakah pesepeda motor itu merupakan anggota kepolisian, meski dalam video mengaku sebagai petugas Polri.