Ini Klarifikasi Polda Metro Soal Video 'Polisi Bentak Sopir Transjakarta'
Polisi juga memastikan bahwa pengendara sepeda motor tersebut mengenakan helm, tidak seperti diterangkan dalam video yang beredar sebelumnya.
Editor:
Rendy Sadikin
Dari keterangan pengemudi bus, diketahui bahwa ketika bus hendak memasuki jalur transjakarta, tiba-tiba ada sepeda motor yang masuk dari arah kanan.
Untuk menghindari benturan, sopir bus terpaksa membelokkan kendaraan ke kiri.
Pada saat bersamaan, ada sepeda motor Honda Supra yang melintas sehingga nyaris tertabrak bus.
Karena kesal, pengendara Supra itu berusaha menyalip bus sambil berteriak-teriak ke arah sopir bus hingga dia menemui petugas Polri yang sedang bertugas di kawasan Semanggi tersebut.
Mengenai Brigpol M membentak penumpang bus, Polda Metro menyatakan maksud petugas itu adalah meminta dokumen kendaraan untuk memudahkan penyelesaian perkara kecelakaan.
Hal itu dilakukan karena antara pengemudi bus dan pengendara sepeda motor terlibat cekcok dan tak kunjung sepakat.
"Hal yang sama juga diberlakukan kepada Pengendara sepeda motor, namun hal ini urung dilakukan karena kedua belah pihak sudah mencapai kata sepakat," sebut akun Polda Metro Jaya.
Polisi memastikan bahwa petugas Ditlantas Polda Metro Jaya tidak menilang pengemudi bus transjakarta sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media massa.
Sebelumnya beredar video yang memperlihatkan polisi menilang sopir Transjakarta.
Tak hanya menilang, si polisi juga membentak sang sopir yang saat itu tampak pasrah di belakang kemudi.
Dia juga mengambil Surat Izin Mengemudi (SIM) si sopir.
Video berdurasi 1 menit 30 detik itu diunggah ke jejaring sosial Facebook, Selasa (24/3/2015) pukul 21.00 WIB.
Gara-gara ulah polisi itu, penumpang Transjakarta pun mengamuk.
Dalam video itu terekam pula suasana teriakan penumpang bus Transjakarta.