Kasus Terbunuhnya Empi Bikin Mami Ketar-ketir
Setelah Deudeuh Alfi Syahrin (26) tewas dibunuh oleh pelangganya, Jumat (10/4) silam, dunia prostitusi online kemudian mulai ketar-ketir.
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah Deudeuh Alfi Syahrin (26) tewas dibunuh oleh pelangganya, Jumat (10/4) silam, dunia prostitusi online kemudian mulai ketar-ketir.
Salah satunya milik Mami (32) yang berhenti semenjak kasus tersebut.
“Berhenti dululah ya. Kibarin bendera setengah siang,” kata Mami kepada Kompas.com di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).
Kendati demikian, Mami tak menampik akan membuka kembali usahanya. Salah satunya untuk melanjutkan hidup.
“Gue juga butuh hidup. Susu anak gue. Biaya perobatan gue,” kata Mami.
BACA: Mengintip Aturan Main Para PSK Twitter
Mami selama ini juga bekerja dengan hati-hati.
Biasanya para angel (istilah perempuan yang dilacurkan di forum/dunia online) akan ditemani oleh salah seseorang asistennya.
Mami mengaku sudah sepuluh tahun mengenal Alfi. Dari Alfi pula dia mengenal prostitusi online di Twitter.
Meski begitu, Alfi bukan "angel (anak buahnya).
BACA: Pelanggan PSK Twitter, Mulai dari Dewasa hingga Anak-anak
Alfi ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2015) pukul 19.00.
RS membunuhnya pada Jumat (10/4/2015) malam.
Diduga, RS sakit hati karena saat berhubungan intim Alfi menyebutnya bau badan.(Kahfi Dirga Cahya)