Sumini Histeris Ancam Bunuh Diri Kalau Diusir dari Rusunawa
Beberapa detik kemudian, Sumini malah menangis histeris,seraya mengancam akan bunuh diri bersama kedua anaknya.
Editor:
Hendra Gunawan
Kalimat itulah yang membuat Sumini kian gemetar. Dia pun menangis menjerit di depan Valentino.
"Jadi, saya tidak boleh gitu pak tinggal di sini... Saya beneran miskin, Pak. Saya gak tahu sama sekali Pak kalau bolehnya buat warga gusuran," ucapnya sambil mengusap air mata.
Valentino meredakan tangisan Sumini. "Loh... loh... Bu? Kok menangis. Saya gak bilang ibu gak pantas tinggal di sini. Cuma saya bilang hanya warga relokasi saja. Ya gak apa-apa, Bu. Saya nggak bilang ibu akan diusir," kata Valentino.
Tangisan Sumini menjadi perhatian penghuni rusun lainnya. Tak hanya warga, Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Utara, Rusdianto, dan Kasudin Dukcapil Jakarta Utara serta jajarannya menyambangi Sumini.
"Kok nangis sih, Bu... jangan nangis Bu... Ibu mana KTP-nya? Tuh kan? KTP-nya masih yang lama. Ayo Bu... turun ya, kita rekam data e-KTP dulu," kata Rusdianto.
Bukannya mereda, tangisan Sumini makin menjadi-jadi. "Saya mau diusir Paaaak..." ucap Sumini di depan Rusdi dan para petugas Operasi Pembinaan Administrasi Kependudukan (Biduk).
Para petugas pun menyabarkan dan mengaku tidak akan mengusir Sumini dari rusun. "Nggaaak Buu... nggaaak.. Ini kita lagi Operasi Biduk. Nggak diusir, kan SP, KTP sama Autodebetnya sinkron," kata Rusdi. (Harian Warta Kota)
Baca tanpa iklan