Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kisah Suratmi, Kerja Keras Jual Jamu Keliling demi Sekolahkan Anaknya Lulus S1

"Sudah 35 tahun saya jual jamu, Mas," kenang Suratmi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kisah Suratmi, Kerja Keras Jual Jamu Keliling demi Sekolahkan Anaknya Lulus S1
KOMPAS.COM
Suratmi (55), penjual jamu keliling di Tangerang. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Suratmi (55) mengayuh sepeda merah jambunya dengan kecepatan pelan di tepian jalan raya.

Di bagian belakang sepeda terdapat tempat menaruh botol-botol khas penjual jamu.

Dengan senyum mengembang, Suratmi ramah menjamu pelanggan.

"Jamu apa, Mas?" kata Suratmi ramah.

Seakan tak mau kehilangan pelanggan, Suratmi menjelaskan satu per satu jamu andalannya.

Mulai dari kunyit asam, beras kencur hingga jamu untuk penyegar badan.

Tangannya tampak cekatan. Suratmi mulai mengambil botol kunyit asam dan mengocoknya sebentar. Kemudian ia tuangkan dan menyuguhkan satu gelas jamu dengan senyum.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sudah 35 tahun saya jual jamu, Mas," kenang Suratmi.

Perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah ini merantau bersama suaminya dari tempat asalnya ke Tangerang sejak umur 17 tahun.

Ia datang ke Tangerang untuk mengadu nasib sekitar tahun 1980.

Menjual jamu adalah satu-satunya keahlian yang ia miliki.

Meskipun orangtua tak pernah menjual jamu, ia tak patah arang dengan belajar ke saudara dan teman-temannya.

Berbekal ilmu itulah, Suratmi menjual jamu keliling di dekat rumahnya daerah Koang, Kota Tangerang. Sedangkan sang suami menjual bakso keliling.

Biayai kuliah

Meski hanya menjual jamu, Suratmi tak pernah mengeluh. Bahkan ia bangga. Dari hasil jerih payahnya, anak pertamanya, Suranto (34), bisa kuliah Strata 1 (S1).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas