Perusahaan Ini Jadi Dalang Penyelundupan Ribuan Kura-kura ke Tiongkok
Perihal peran lima pelaku yang ditangkap, yakni WH, NV, BM, IW, dan SU; kelimanya memiliki peran masing- masing
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Lima tersangka penyelundupan ribuan anak kura-kura ke Guangzhou, Tiongkok rupanya merupakan orang suruhan dari salah satu sebuah perusahaan ekspor di Bekasi, Jawa Barat.
Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menggagalkan upaya penyelundupan ribuan kura-kura jenis moncong babi (Carettochelys insculpta), dan kura-kura leher ular (Chelonida mccordi).
Lima pelaku penyelundupan juga sudah ditangkap.
Kabid Penindakan Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Yulianto pada Senin (22/2) mengatakan, perusahaan ekspor tersebut berinisial CV B. A.
Perihal peran lima pelaku yang ditangkap, yakni WH, NV, BM, IW, dan SU; kelimanya memiliki peran masing- masing.
"WH adalah pemilik CV B. A sekaligus pemilik barang. Anak kura-kura ini didapatkan WH dari hasil pasokan pelaku NV. Anak-anak kura-kura ini lalu dikemas di dalam dus oleh IW, " kata Yulianto.
Supaya bisa keluar, dus berisi anak-anak kura-kura itu lalu dibuatkan surat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) oleh pelaku SU.
"Sementara, pelaku BM bertugas mengantar ribuan anak kura-kura ke bandara dengan mobil," kata Awen.
Sial bagi kelimanya, mereka lupa melengkapi barang selundupan mereka dengan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Langka Luar Negeri (SATS-LN) yang dikeluarkan Bala Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Upaya penyelundupan ini pun terbongkar.
Awen menuturkan, pihaknya belum mengetahui upah yang dijanjikan kepada kelima tersangka bilamana penyelundupan anak-anak kura-kura itu berhasil.
"Per orang diupah berapa kami belum tahu. Tapi melihat harga jual yang menggiurkan, kemungkinan satu orang bisa mendapat upah jutaan rupiah, " katanya. (Banu Adikara)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.