Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Pelindo II

Adik Bambang Widjojanto Jadi Tersangka, Kabareskrim: Itu Kasus Biasa

Kabareskrim Komjen Anang Iskandar mengatakan, kasus dugaan korupsi pengadaan crane di PT Pelindo II (Persero) adalah kasus biasa.

Adik Bambang Widjojanto Jadi Tersangka, Kabareskrim: Itu Kasus Biasa
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Kabareskrim, Komjen. Pol. Anang Iskandar menjadi narasumber dalam acara diskusi bertajuk Kemunduran Pemberantasan Korupsi Adalah Aib Bagi Penegak Hukum; Refleksi dan Evaluasi yang digelar di Restoran Pulau Dua, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat Jumat (4/12/2015). Diskusi tersebut digelar untuk merayakan Hari Antikorupsi Internasional 2015. TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabareskrim Komjen Anang Iskandar mengatakan, kasus dugaan korupsi pengadaan crane di PT Pelindo II (Persero) adalah kasus biasa.

Kasus tersebut melibatkan dua tersangka yaitu Feriyaldi Nurlan (FN) dan Haryadi Budi Kuncoro (HBK), adik mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.

"Ini kasus biasa saja, di dalamnya itu orang-orang yang berkompeten disitu, mereka yang kami sidik, masak orang tidak terlibat kami ikutkan juga," ucap Anang, Jumat (11/3/2016).

‎Anang menegaskan HBK ikut disidik karena dia memang ada di dalam bagian pengadaan di Pelindo, yakni manager peralatan. Dan HBK merupakan bawahan atau staf dari tersangka FN.

"Mereka yang kami sidik (HBK) itu memang karena ada hubungannya. Kalau yang tidak ada hubungannya disidik kan aneh. Kecuali dia ini (‎HBK) pegawai dari luar, kan tidak. Ini kan tersangkanya numpuk di Pelindo semua," tambah Anang.

Lebih lanjut, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Agung Setya menuturkan sejak awal memang pihaknya sudah melihat adanya keterlibatan dari HBK di kasus ini.

Lalu penyidik melakukan pengembangan, pemeriksaan saksi dan mengumpulkan berbagai bukti hingga dilakukan gelar perkara dan ditetapkanlah HBK sebagai tersangka.

"Dari gelar perkara terungkap ada fakta lebih dari dua alat bukti yang menyatakan keterlibatan yang bersangkutan makanya kami tetapkan tersangka‎," tambahnya.

Terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti juga bersuara atas ‎penetapan tersangka pada HBK. "Yang jelas kalau buktinya mengarah ke sana (adiknya BW) apa harus kita hindari? ‎Apa kalau keluarga BW maka kebal hukum? Kan tidak," tegas Badrodin.

Badrodin menambahkan dalam kasus korupsi di Pelindo II, maka siapapun yang terlibat pasti akan ditindak. "Yang terlibat pasti ditindak, nanti ada ruang untuk membela di pengadilan," ujarnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas