Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahok: Saya Terima Kasih Sama Ratna Sarumpaet

"Kalau mau KPK mengaudit investigasi, saya yakin pasti Ahok akan terseret. Tapi KPK tidak mau melakukan itu," kata Ratna.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Ahok: Saya Terima Kasih Sama Ratna Sarumpaet
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi: Aktivis, Ratna Sarumpaet menjadi pembicara pada diskusi sengketa Pilkada serentak, di Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2015). Diskusi ini membahas UU No 8/2015 pasal 158 tentang pembatasan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatur pembatasan selisih maksimal sebagai syarat formil diterima tidaknya sengketa Pilkada. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah telah membeli tentara, polisi, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aktivis Sosial Ratna Sarumpaet sempat menuding Basuki akrab disapa Ahok telah membeli tentara, polisi, dan KPK.

Hal itu berdasarkan banyaknya anggota pengamanan termasuk polisi dan tentara dalam proses penertiban.

Selain itu juga berdasarkan KPK yang tidak kunjung selesai mengusut dugaan korupsi dalam kasus pembelian sebagian lahan sumber waras.

Ahok membantah tudingan-tudingan itu.

Menurutnya, Ratna Sarumpaet telah melayangkan fitnah.

"Saya kasihan sama dia (Ratna). Dia memfitnah. Ngoceh-ngoceh doang," kata Ahok di Grand Hyatt Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya terima kasih sama Ratna Sarumpaet. Berarti dia menganggap Ahok hebat dan kaya banget," katanya.

Sebelumnya, Ratna juga mengungkit perihal KPK yang telah memihak kepada Ahok.

Hal itu terlihat saat seorang pimpinan KPK menunjukkan sikap yang tidak jelas.

"Kalau mau KPK mengaudit investigasi, saya yakin pasti Ahok akan terseret. Tapi KPK tidak mau melakukan itu," kata Ratna.

Ratna habis-habisan mengeritik Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Kritik ini tentu menyita perhatian sebab saat ini lagi tengah hangat-hangatnya pencalonan Pilgub DKI 2017.

Kritik-nya kepada Ahok bahkan menyeret-nyeret instansi lain seperti kepolisian, tentara dan KPK.

Adu argumen dengan Menteri Susi

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas