Ahok Ingin Saham Ancol Dibeli Disneyland Tokyo
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berniat melepas saham PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) ke publik.
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berniat melepas saham PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) ke publik.
Basuki akrab disapa Ahok menjelaskan, saham itu ingin dipelas untuk internasional. Saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT PJA berkisar 72 persen. Sisanya dimiliki PT PJA sebesar 18 persen dan publik 10 persen.
Menurut dia, akan lebih baik saham itu dibeli oleh internasional. Sehingga Ancol bisa dikenal hingga taraf internasional.
"Saya ingin perusahaan Badan Usaha Milik Daerah, seperti Ancol strategict partner masuk misalnya Disneyland Jepang, Hongkong, Korea, Amerika, atau Eropa," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016).
Ahok enggan menjual saham ke perusahaan dalam negeri. Penjualan saham PJA juga harus tetap melihat situasi pasar saat ini sehingga nilai saham yang terjual cukup tinggi. Namun dia bersikeras agar saham dijual ke pihak asing.
"Kalau cuma dibeli dari perusahaan dalam negeri saya tidak mau. Saya maunya uang luar negeri masuk, otomatis standar kita jadi internasional, ada jaringan internasional juga," imbuh dia.
Dengan menjual saham ke pihak asing, ucap Ahok, secara tkdak langsung akan meningkatkan promosi kepada turis mancanegara.
"Secara tidak langsung promosi turis, otomatis Disneyland akan bilang dong, kami punya standar yang mirip di Ancol. Dia punya saham dia juga setor modal, konsepnya seperti itu sih," ungkapnya.