Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dana Desa Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Marwan Jafar menyebutkan dana desa terbukti mampu menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat.

Dana Desa Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi
ISTIMEWA
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Marwan Jafar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menyebutkan dana desa terbukti mampu menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi di pedesaan itu turut menyumbangkan pertumbuhan ekonomi secara nasional sebesar 0,5 persen.

"Dana desa juga memperkuat daya tahan ekonomi bangsa menghadapi goncangan krisis ekonomi global dan ketika muncul kekhawatiran akibat kenaikan harga BBM waktu itu. Perekonomian masyarakat di desa tetap berjalan baik karena ada dukungan dari Dana Desa yang menggerakkan aktivitas perekonomian desa," katanya di Jakarta, Jumat (18/3/16).

Menurut Marwan, dana desa telah berkontribusi pada peningkatan sarana dan prasarana ekonomi, yakni sarana dan prasarana produksi, pasar desa, perintisan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), dan peningkatan modal masyarakat.

Kontribusi Dana Desa terhadap perintisan BUMDesa terjadi di 28,7 persen desa, yang berhasil membentuk 12.700 BUMDesa baru selain 2.000 BUMDesa yang telah ada. Selain itu juga terbentuk ribuan Usaha Bersama Komunitas (UBK) yang memproduksi dan memasarkan berbagai produk kebutuhan masyarakat setempat secara mandiri dan gotong-royong.

Sedangkan kontribusi Dana Desa terhadap peningkatan sarpras produksi terjadi di 6,7 persen desa, peningkatan kondisi pasar desa terjadi di 3,6 persen desa, dan peningkatan modal masyarakat terjadi di 7,7 persen desa.

Sementara itu dari sisi penyerapan tenaga kerja, rata-rata jumlah penyerapan tenaga kerja langsung sebagai kontribusi Dana Desa di bidang pembangunan fisik sebanyak 31 orang per desa dan tenaga kerja bidang administrasi sebanyak 5 orang per desa. Sehingga total tenaga kerja langsung yang berhasil diserap dari penggunaan Dana Desa pada tahun 2015 di bidang pembangunan fisik mencapai jumlah 2.657.916 orang.

"Dana Desa telah memberikan sumbangsih positif terhadap upaya penanggulangan kemiskinan pada 66,9 persen desa. Saya yakin jumlah orang miskin yang berhasil dientaskan di desa-desa tersebut jumlahnya mencapai puluhan juta orang. Hal ini pula yang menyebabkan gini ratio di desa menurun drastis 0,06 persen dari 0,33 persen menjadi 0,27 persen," tandasnya.

Dikatakan Marwan, pada tahun ini penggunaan dana desa lebih dioptimalkan lagi, mengingat dana desa naik menjadi Rp 46,98 triliun dari Rp 20,7 triliun. Dana tersebut akan disalurkan dua tahap. Yakni pada Maret sebesar Rp 60 persen dan Agustus sebesar 40 persen.

Ia akan lebih mengoptimalkan penggunaan Dana Desa pada tahun ini agar supaya lebih meningkat lagi peran dan kontribusinya dalam mengatasi masalah ketimpangan dan kemiskinan. Apalagi jumlahnya telah dinaikkan dua kali lipat lebih menjadi Rp 46,98 triliun yang akan disalurkan 2 tahap pada bulan Maret sebesar 60 persen dan bulan Agustus sebesar 40 persen.

"Jika 60 persen saja dana desa bisa direalisasikan secara tepat untuk pembangunan infrastruktur desa, maka akan terbangun 24.500 KM jalan desa, 16.800 unit jembatan desa dan 4.900 KM irigasi desa," tuturnya.(Dody Hasanuddin)

Editor: Sanusi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas