Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jadi Wali Kota Rustam Dapat Gaji Rp 75 Juta, Kini Jadi Staf Segini yang Diterimanya

Dengan Rustam menjadi staf, praktis gaji yang didapatnya turun drastis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jadi Wali Kota Rustam Dapat Gaji Rp 75 Juta, Kini Jadi Staf Segini yang Diterimanya
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rustam Effendi usai mengundurkan diri sebagai Wali Kota Jakarta Utara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi kini menjadi staf di Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat).

Surat pengunduran diri Rustam sebagai Wali Kota sudah ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dengan Rustam menjadi staf, praktis gaji yang didapatnya turun drastis.

"Ketika seorang mengundurkan diri atau tidak diberikan lagi amanah sebagai pejabat eselon II memang drastis dari segi pendapatan yang biasanya Rp70-75 juta," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Agus Suradika di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2016).

Jika sebelumnya Rustam memperoleh pendapatan Rp75 juta perbulan, kini sebagai staf di Bandiklat, Rustam memperoleh pendapatan berkisar Rp12-13 juta.

"Saya kira dengan pendapatan ini kalau biasa hidup sederhana saya kira itu cukup ujtuk kebutuhan keluarga, tapi saya rasa itu sudah dipertimbangkan Pak Rustam," kata Agus.

Rustam mundur setelah sempat dituding bersekongkol dengan Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Rekomendasi Untuk Anda

Tudingan itu dilayangkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Curhatan Rustam

Sebelumnya demi meluruskan tudingan Ahok, Rustam menuliskan curhatannya di akun Facebook pribadinya.

Tulisan itu berjudul "Bekerja dengan hati, suatu ironi".

Saat dikonfirmasi, Rustam membenarkan bahwa itu memang tulisan yang diungkapkan dari hatinya, "Iya saya yang buat," ucap Rustam saat dihubungi Minggu (24/4/2016).

Tulisan itu berisikan, bahwa Rustam sama sekali tidak bersekongkol dengan Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok mulai ngeles.

Ia menyebut tudingan yang dilayangkan kepada Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi hanya gurauan.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas