Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketika Kepala Pembunuh Eno Dipukul Warga Saat Digiring Polisi

Seorang pria yang berpapasan dengan RAl dan rombongan polisi ketika sedang dikawal keluar dari dalam mess untuk masuk ke mobil tiba-tiba mengayunkan t

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ketika Kepala Pembunuh Eno Dipukul Warga Saat Digiring Polisi
Warta Kota/Bintang Pradewo
Tiga tersangka pembunuh Enno Farihah (19), karyawati yang dibunuh secara keji di kamar kosnya di kawasan Dadap, Kosambi, Tangerang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Eno Parihah.

Tiga pelakunya, RAl (16), RAr (24), dan IH (24) dihadirkan untuk memperagakan adegan pembunuhan yang dilakukannya.

Rekonstruksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 16.30 WIB berlangsung lancar< selasa (17/5/2016).

Rekosntruksi dijaga dijaga sekitar 150 an petugas.

Ada 31 tahapan yang yang dilakukan para dilakukan.

Ketiga pelaku dengan lancar menunjukkan tahapan tahapan pembunuhan tersebut.

Di luar, warga Jatimulya Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang yang geram dengan perilaku tersangka pembunuhan tak berhenti meneriaki pelaku dengan menyebut satu jenis binatang.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa ibu ibu dengan suara lantang berteriak minta pelaku dihukum mati.

"Dimatiin aja sekalian," kata seorang ibu dengan suara yang keras.

Seorang pria yang berpapasan dengan RAl dan rombongan polisi ketika sedang dikawal keluar dari dalam mess untuk masuk ke mobil tiba-tiba mengayunkan tangannya ke kepala RAl.

Polisi pun segera membawa RAl dengan cepat menuju mobil.

Laki-laki berbaju putih yang memukul RAl pun sempat dimarahi polisi.

"Saya saudaranya (korban), saya kesal, Pak," kata laki-laki tersebut.

"Ini sudah masuk penyelidikan polisi. Kalau kamu begitu sekali lagi, saya bawa kamu," kata penyidik dari Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Awaludin Amin, kepada laki-laki tersebut.

Warga yang sebelum rekonstruksi dimulai sudah berkerumun di lokasi, ikut menyoraki dan coba mendorong barisan polisi yang membuat barikade di dekat tempat kejadian perkara.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas