Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jalur Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Akan Diterapi Polisi

"Pertama karena penambahan angka kendaraan bermotor cukup signifikan dari tahun ke tahun. Kedua, menjelang puasa dan lebaran aktivitas masyarakat meni

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Jalur Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Akan Diterapi Polisi
Amriyono Prakoso/Tribunnews.com
Kombes Pol Awi Setiyono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya mengevaluasi pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2016 yang berlangsung mulai 16 sampai 29 Mei.

Sebanyak 107.870 kendaraan bermotor melakukan pelanggaran.

Sementara itu, kecelakaan lalu lintas sebanyak 130 laporan polisi, di mana 140 orang menjadi korban.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, mengatakan ada faktor-faktor tertentu sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

"Pertama karena penambahan angka kendaraan bermotor cukup signifikan dari tahun ke tahun. Kedua, menjelang puasa dan lebaran aktivitas masyarakat meningkat," tutur Awi, Senin (30/5/2016).

Sehingga ke depan harus banyak kegiatan-kegiatan polisi lalu lintas (Polantas) mulai dari Preventif dan Represif di jalan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian adanya terapi terhadap daerah-daerah rawan kecelakaan lalu lintas.

"Black spot terapi. Jadi daerah rawan laka lantas harus diterapi. Harus dilakukan rekayasa-rekayasa, rambu-rambu lalu lintas, patroli, dan penjagaan," kata dia.

Sementara itu, dilihat dari pelanggaran kebanyakan ini keaktifan anggota melakukan penindakan sehingga yang terjadi memang angka itu meningkat.

"Semakin kami aktif melakukan penindakan berarti ya semakin banyak pelanggaran," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas