Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2016

Sambut Lebaran Dishub DKI Baru Uji Kelayakan 867 Bus

Dishubtrans DKI Jakarta memprediksi jumlah penumpang yang akan mudik dari Jakarta berkisar 154.730 ribu penumpang.

Sambut Lebaran Dishub DKI Baru Uji Kelayakan 867 Bus
Warta Kota/Nur Ichsan
UJI LAIK JALAN - Petugas Pusat Pengujian Kendaraan Bermotor, sedang melakukan uji kelaikan jalan angkutan lebaran di Terminal Antar Kota Kalideres, Jakarta Barat, Senin (21/7). Pengujian ini untuk mencegah sekaligus mengurangi angka kecelakaan di jalan yang disebabkan oleh kendaraan yang tidak laik jalan, dan memberi rasa aman dan kenyamanan bagi calon pemudik di jalan. Warta Kota/nur ichsan 

TROBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta telah melakukan ramp check atau pemeriksaan terhadap 867 bus untuk memastikan kelaikan dan keselamatan para penumpang bus yang mudik jelang lebaran.

Bus yang ada di Jakarta berjumlah 9.374 armada. Dishubtrans DKI Jakarta memprediksi jumlah penumpang yang akan mudik dari Jakarta berkisar 154.730 ribu penumpang.

Karenanya untuk meminimalisir jumlah kecelakaan, Dishubtrans melakukan pengecekan teknis laik jalan setiap bus yang akan diberangkatkan dari terminal.

Beberapa bus yang sudah di-ramp check, yakni yang ada di Terminal Pulo Gadung, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Rawa Mangun.

Pengecekkan akan terus dilakukan  hingga 24 Juni 2016. Transportasi yang tidak layak jalan akan dilarang untuk beroperasi. 

"Pak Gubernur (Basuki Tjahaja Purnama) target semua dicek, jangan hanya sampel doang," ujar Andri di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).

Hal itu juga selaras dengan target zero accident atau tanpa kecelakaan, saat hari raya idul fitri, yang dicanangkan Kementerian Perhubungan.

"Itu target dari Kemenhun. Salah satu upaya dan arahan Menhub juga, untuk melakukan operasi jauh-jauh hari. Jadi dari sekarang kita lakukan terus pengecekan kendaraan," kata Andri.

Andri menargetkan, kalau sampai 24 Juni 2016, masih ada bus yang tidak layak jalan mala akan dikandangkan.

Biasanya sejumlah temuan hasil ramp check berkisar ban sobek, kaca pecah, hingga STNK yang tidak sesuai dengan nomer rangka kendaraan.

"Sekarang kalau ketidaklayakan belum kita tindak. Kalau pada tanggal 24 Juni tidak layak akan kita tindak. Walau penumpang banyak kita turunin," ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas