Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Di Dalam Tahanan, Sanusi Stres dan Sering Marah-marah

Sejak 1 April 2016 lalu, mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu dititipkan di Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Mohamad Sanusi tersangka kasus suap pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta sudah mengetahui dirinya ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hal ini membuat Sanusi selalu uring-uringan di dalam tahanan Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Berdasarkan sumber Warta Kota, Sanusi merasa stres berat setelah ada kasus lain yaitu TPPU menimpa dirinya.

Karena kalau tidak bisa membuktikan, harta benda Sanusi akan disita oleh KPK. Namun, dia masih tegar berada di dalam tahanan.

"Sejak sebelum Lebaran Sanusi sudah tahu kalau dia kena TPPU. Gara-gara itu dia stres," kata seorang sumber itu kepada Warta Kota di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Sejak 1 April 2016 lalu, mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu dititipkan di Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Adik dari Mohammad Taufik itu berada di dalam satu tahanan khusus di lantai 4 Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Berita Rekomendasi

Pada Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, untuk kali pertama dia melaksanakan shalat Idul Fitri di lantai 5 Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, dia pun dikunjungi oleh istrinya, Naomi Shallima.

"Kemarin pas Lebaran sih istrinya datang untuk menguatkan Sanusi di tahanan," ucap sumber itu.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta mengatakan hingga saat ini Mohamad Sanusi masih menjadi tahanan titipan dari KPK.

Namun, untuk proses penyidikan memang ditangan KPK.

"Hingga saat ini, pak Sanusi masih ditahan di Polres Jakarta Selatan. Namun, segala sesuatu ada di KPK. Kami tidak berwenang untuk berkomentar soal kasus beliau," kata Purwanta.

Sita Harta

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka dalam kasus suap pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta, Mohamad Sanusi atau MSN tersandung kasus baru.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu diduga kuat telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sudah menemukan bukti baru terkait TPPU dan langsung menetapkan Sanusi sebagai tersangka.

Penemuan kasus TPPU ini merupakan buntut dari penelusuran yang dilakukan penyidik KPK terhadap kasus sebelumnya yakni pembahasan Raperda Reklamasi.

Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha menyampaikan bahwa penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan adik dari Politisi asal Gerindra M Taufik tersebut sebagai tersangka kasus TPPU.

"MSN diduga telah melakukan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, menghibahkan, menitipkan dan seterusnya, harta kekayaan yang diketahui diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi," ungkap Priharsa di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/7).

"Atas perbuatan tersebut, MSN disangkakan melanggar pasal 3 juncto atau pasal 4 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang juncto pasal 55 ayat 1 ke-1," tambahnya.

Sejauh ini, KPK telah menyita aset investasi miliki MSN berupa mobil dan uang. (Bintang Pradewo)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas