Jambret Luka Parah Diamuk Massa
Kedua pelaku menjalankan aksinya saat berada di Gang Wareng RT 02 RW 08, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Minggu
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Aksi nekat Andy Subari (25) dan Codet (24) menjambret dompet milik Ade Irma (24) berujung nahas. Keduanya babak beluk dihajar massa yang berhasil menangkapnya. Bahkan keduanya hampir saja dibakar massa yang emosi dengan aksi keduanya.
Kedua pelaku menjalankan aksinya saat berada di Gang Wareng RT 02 RW 08, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (24/7/2016). Peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, Sri Rezeki (36) tengah melintas di lokasi.
Korban yang diketahui bersama rekannya baru saja selesai service motor, tiba-tiba dipepet oleh motor yang dikendarai para pelaku. Ade Irma yang kala itu duduk di belakang dan memegang dompetnya, langsung seketika menjadi korban penjambretan.
"Dengan seketika pelaku merampas dompet milik korban," ujar Kapolsek Cakung, Kompol Armunanto Hutahean, Minggu (24/7/2016).
Melihat dompetnya berpindah tangan, korban pun langsung berupaya mengejar pelaku sambil berteriak. Teriak korban tersebut tentu saja mengundang perhatian warga yang hanya berjarak 500 meter dari lokasi kejadian. "Tidak lama warga sekitar langsung menghadang pelaku yang berusaha melarikan diri," ujarnya.
Warga yang berhasil menangkap para pelaku, langsung memukul keduanya secara membabi buta tanpa ada yang mengomandoi. Warga yang geram, tidak berhenti untuk memberikan bogem mentah meski pelaku sudah meminta ampun. Bahkan ada warga yang berteriak untuk membakar kedua pelaku.
"Beruntung petugas cepat datang ke lokasi dan berhasil menyelamatkan keduanya yang sudah mengalami luka yang cukup parah," kata Armunanto.
Akibat peristiwa itu, petugas langsung membawa keduanya ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk mendapatkan pertolongan. Sementara itu kedua korban masih dimintai keterangan untuk melengkapi pemeriksaan penyelidikan.
"Kami juga belum bisa memintai keterangan lebih dari kedua pelaku karena saat ini masih menjalani pengobatan di RS Polri," tuturnya. (Junianto Hamonangan)