Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bea Cukai: Di Tembilahan Ada 100 Lebih Pelabuhan Tikus

Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau merupakan tempat rawan penyelundupan barang-barang ilegal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bea Cukai: Di Tembilahan Ada 100 Lebih Pelabuhan Tikus
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi penyelundupan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau merupakan tempat rawan penyelundupan barang-barang ilegal.

Topografi wilayah di sana memungkinkan untuk melakukan kegiatan ilegal.

Keadaan tanah di daerah Tembilahan sebagian besar terdiri dari tanah gambut dan endapan sungai serta rawa-rawa.

Pusat Pemerintahan Wilayah Kecamatan dari permukaan laut adalah 1 sampai dengan 4 meter.

"Pelabuhan tikus banyak di Tembilahan lebih dari 100. Pantai Timur Sumatera berpotensi menjadi pelabuhan tikus. Kemungkinan masuk (barang,-red) ilegal besar," ujar Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Riau dan Sumatera Barat Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Abdul Karim, kepada wartawan, Senin (1/8/2016).

Untuk mengantisipasi masuknya barang ilegal itu, kata dia, petugas melakukan pengawasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pengawasan dilakukan sesuai target operasi.

Namun, terkadang upaya penindakan itu tak membuahkan hasil.

Hal ini dikarenakan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan prasarana.

"Kami berusaha dengan hasil diperoleh," kata dia.

Sementara itu, Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Harry Mulya, mengatakan selama tiga bulan terakhir, pihaknya melakukan Operasi Terpadu mulai dari utara di Nanggroe Aceh Darussalam sampai Sumatera Selatan.

Dia menjelaskan, para pelaku menyelundupkan barang ilegal dengan cara mencari celah saat dilakukan patroli mulai dari utara sampai selatan.

Para pelaku mencari jalur sulit untuk menyelundupkan barang.

"(Barang,-red) masuk ke pelabuhan tikus dan sungai kecil. Barang ditumpuk masuk ke Tembilahan, Jambi sampai ke DKI Jakarta," kata dia.

Dia bertekad menekan peredaran pakaian bekas.

Ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dan melindungi industri tekstil di Indonesia supaya dapat berkembang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas