Ahok Semprot Kontraktor: Permainan Pengadaan Barang di Pemerintahan Saya Tahu Semua
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencecar kontraktor dari Badan Usaha Milik Negara, Daerah, Swasta, dan Badan Pelayanan Pengadaa
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Adi Suhendi
"Kami berhak melihat transaksi bapak ibu. Saya nangkep orang gampang. Kita bisa monitor transaksi," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Sebagai ibu kota negara, ucap Ahok, Jakarta harus menjadi sebuah contoh bagi daerah lainnya.
Terutama mengenai transparansi demi mencegah korupsi.
Ahok mulai menilik alasan para kontraktor yang baik enggan menjadi kontraktor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Karena pusing, nagih uangnya pusing. Terus 'dikerjain', kurang ini, kurang itu. Makanya pembelian tanah kami kacau balau," imbuh Ahok.
Kemudian Ahok mengungkapkan alasan rehab 45 dari rencana 83 bangunan sekolah di Jakarta batal.
Ahok mengatakan rehab batal karena kontraktor buruk.
Ahok juga menengarai ada 'permainan' antara bawahannya di Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa dengan pihak kontraktor.
"Ada yang bilang, 'sekolah mau ambruk Pak', kalau tidak menyetujuin (pakai kontraktor) ini malu kita," katanya.
"Wartawan tulis gedung sekolah berantakan. Saya tetap pilih tidak bangun. Daripada bangun tapi ambruk," tambah Ahok.
Baca tanpa iklan