Dianggap Kemahalan, Ahok Minta Pembangunan Gedung Pasar Jaya Rp 14 Miliar Diaudit
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkejut begitu lihat gedung baru kantor pusat PD Pasar Jaya.
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkejut begitu lihat gedung baru kantor pusat PD Pasar Jaya.
Setelah melakukan seremoni peresmian gedung baru dengan menggunting pita dan menandatangani prasasti gedung, Ahok meninjau langsung kantor baru PD Pasar Jaya, yang berlokasi di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Ahok naik ke lantai dua menggunakan eskalator atau tangga jalan berwarna hitam. Ahok menilik semen dan cat yang digunakan untuk membangun gedung tersebut. Pasalnya, renovasi gedung menelan biaya sebesar Rp 14 miliar.
"Kamu lihat aja nih, mana ada cerita lantai kaya gini penyok-penyok. Sudah kayak aku aja yang nyemen," ujar Ahok.
Perenovasian gedung diajukan oleh jajaran direksi yang lama. Kini, Direktur Utama PD Pasar Jaya sudah diganti, sekarang dijabat oleh Arif Nasrudin.
"Gedung ini dibuat oleh direksi lama, menurut saya, saya mau minta audit, kalau ini habis Rp 14 miliar, saya lihat ini kemahalan," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Ahok akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi DKI Jakarta untuk mengaudit perenovasian gedung dengan empat lantai tersebut.
"Makanya saya sudah minta tim BPKP untuk turun, untuk audit. Saya tidak mau direksi lama lepas tangan, terus direksi yang baru kena," ucap Ahok
Ahok menginstruksilan untuk mengaudit, sehingga ketahuan berapa anggaran yang dihamburkan.
"Saya mau audit ini kemahalannya berapa. Kita mesti tahan, enggak bayar kan, sebagian tidak mau bayar, karena ini kemahalan," imbuh dia.
Selain itu, pengatur suhu ruangan atau AC di dalam gedung juga belum bekerja. Kemudian, eskalator yang ada masih menggunakan merek lama.
"AC belum jalan lagi, belum beres. Eskalator pakai merek lama. Ya sudah lah tidak apa-apa lah, aku kan emang sabar sebetulnya," tutup Ahok.