Boy Sadikin Mundur Tak Pengaruhi Mesin Partai PDIP di Pilkada DKI Jakarta
PDIP telah memutuskan untuk mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Mesin partai PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta tak berpengaruh dengan mundurnya Boy Sadikin.
PDIP telah memutuskan untuk mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta.
Ketua DPC PDIP Jakarta Selatan, Panji Virgianto menegaskan, keputusan putra Gubernur DKI Ali Sadikin itu tidak akan berpengaruh terhadap kesolidan kader PDIP di akar rumput.
"Saya kira tidak (berdampak), bisa saya pastikan kami tetap solid dan pengurus di DPC PDIP Jaksel tetap solid dan siap tegak lurus kepada keputusan DPP dan ketua umum Ibu Megawati," kata Panji dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2016).
Meskipun, Panji tidak membatah selama ini sosok Boy memiliki peran besar dalam membangun PDI Perjuangan terutama di Jakarta Selatan.
"Saya menghormati keputusan beliau (keluar dari PDIP). Pak Boy adalah kader terbaik PDIP di Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan ini," katanya.
Panji optimis Boy Sadikin tidak akan bermanuver dengan mengganggu atau mengajak kader banteng membelot dari keputusan mendukung Ahok-Djarot.
"Saya kenal baik dan berjiwa besar, beliau tidak tidak begitu," jelas Panji.
Panji memastikan, mesin partai PDIP di Jakarta Selatan siap menjalankan intruksi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Begitu kemarin diputuskan, ada komando dari Ibu ketua umum kita langsung melakukan konsolidasi pemenangan, semua akan tegak lurus," tegasnya.