Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyesalan Kuli Bangunan yang Dipajang di Stasiun Palmerah

Suherman tampak tertunduk lesu. Tangannya diborgol di pagar.Ia dikalungkan sebuah tanda dengan tulisan .....

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Penyesalan Kuli Bangunan yang Dipajang di Stasiun Palmerah
KOMPAS IMAGES
Suherman, maling ponsel di Stasiun Palmerah, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suherman tampak tertunduk lesu.

Tangannya diborgol di pagar.

Ia dikalungkan sebuah tanda dengan tulisan 'Saya Maling HP di Stasiun Palmerah'.

Pria asal Kebumen ini tertangkap tangan oleh korbannya saat mencuri ponsel di tempat mengisi baterai di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (20/10/2016) pagi.

"Malu, Bang, saya nyesel nyopet HP (ponsel)," kata Suherman sambil menyeka keringat di kepala, di Stasiun Palmerah, Jakarta.

Ia mengaku terpaksa mencuri lantaran tak punya uang untuk pulang kampung.

Pria yang bekerja sebagai kuli proyek di daerah Kemanggisan ini mengaku baru kali pertama mencuri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Enggak tahu, Bang, gimana lagi. Saya pasrah aja," kata Suherman.

Petugas keamanan Stasiun Palmerah, Hudin, mengatakan, Suherman tertangkap tangan tak lama setelah mengambil ponsel korbannya.

Saat itu, dia berdiri di samping ponsel milik korban yang baterainya tengah diisi ulang.

Korban, katanya, sempat tak memperhatikan ponselnya.

"Nah, pelaku ini langsung masukin ponsel ke kantong dan kabur. Untung si korban sadar dan langsung teriak maling," kata Hudin.

Petugas pun sigap menangkap Suherman.

Ia diinterogasi dan langsung diberi hukuman dengan dipermalukan, memakai tanda "Saya Maling HP di Stasiun Palmerah" tersebut.

Rambut Suherman juga langsung dicukur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas