Ternyata Ini Bahaya Tak Terduga yang Ditimbulkan Tikus Got
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tujuan program pembasmian tikus ini adalah untuk...
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Rendy Sadikin
Laporan Wartawan TRIBUNNEWS.com, Abdul Qodir
TRIBUNNTEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tujuan program pembasmian tikus ini adalah untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan preventif terhadap instalasi publik seperti kabel, di wilayah ibukota.
Menurutnya, tikus selain menjadi hama, juga menjadi penyebab sejumlah penyakit pada manusia.
Daging tikus yang diolah menjadi makanan bisa menyebabkan penyakit pes.
Dan manusia yang terkena urine atau kencing tikus bisa berpotensi terkena penyakit leptospirosis.
Ia menceritakan, munculnya ide pembasmian tikus untuk wilayah ibukota ini tidak terlepas pengalaman Kepala Bagian Tata Usaha di Biro Umum Pemprov DKI Jakarta, Bety Rahmawati, digigit tikus pada saat bekerja pada Mei 2015 dan pengalaman pribadinya belum lama ini.
"Bu Bety ini cerita, sehabis sholat zuhur dan pakai sandal, tiba-tiba di kursinya keluar tikus gede dan langsung gigit. Dan dia langsung dibawa ke dokter," ujar Djarot.
Setelah kejadian itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Djarot menginstruksi upaya kerja bakti dan pembasmian tikus di lingkungan perkantoran pemprov.
Djarot sendiri mengaku pernah beberapa kali mobil yang ditumpanginya melindas tikus di jalan, di antaranya pada saat Safari Ramadan 2016, belum lama ini
"Kemudian waktu Safari Ramadhan di salah satu perkampungan, sehabis Salat Taraweh, pas saya lewat sempat nabrak tikus gede banget. Awal tak pikir kucing, ternyata tikus besar," ujarnya.
Djarot mengakui dirinya belum memperoleh data riil dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta perihal warga yang menjadi korban gigitan tikus.
Namun, ia meyakinkan program ini semata untuk kebersihan, kesehatan dan antisipasi perusakan instalasi publik oleh tikus.
Ia juga menyampaikan, program ini dilakukan juga dikarenakan punahnya hewan predator dari hama tikus di ibukota sehingga makin bertambahnya populasi hewan pengerat tersebut setiap harinya.
Oleh karena itu, Djarot tidak melihat upaya pembasmian tikus ini akan merusak ekosistem yang ada.
"Di kota Jakarta ini hewan predatornya sudah tidak ada. Di desa atau di sawah predatornya juga hampir tidak ada. Ular saja pada ditangkapi dan dijual. Makanya ada gerakan basmi tikus juga di sawah-sawah. Kemudian burung hantu ini juga tidak ada. Oleh sebab itu, tikus ini harus kita berantas," kata Djarot.
Baca tanpa iklan