Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ternyata Ini Bahaya Tak Terduga yang Ditimbulkan Tikus Got

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tujuan program pembasmian tikus ini adalah untuk...

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Ternyata Ini Bahaya Tak Terduga yang Ditimbulkan Tikus Got
ISTIMEWA

"Kemudian burung hantu yang juga predator tikus juga sudah habis. Kalau di kota predatornya tikus siapa, kucing? Lha wong kucing sekarang nggak berani sama tikus," sambungnya.

Kepala Biro Umum Pemprov DKI Jakarta, Agustino Darmawan saat ditemui oleh Tribun membenarkan kejadian anak buahnya, Bety Rahmawati, yang digigit tikus besar pada saat bekerja di Gedung G Mei 2015 lalu.

"Memang ada pegawai anak buah saya sendiri kakinya digigit tikus. Tikusnya segede kucing," kata Agustino.

Sejak saat itu, dirinya menginstruksikan dilakukannya kerja bakti dengan sasaran pembasmian tikus setiap lantai per minggu di 24 lantai Gedung Blok G. Hasilnya mencengangkan, lebih 500 tikus ditemukan.

"Program kami saat itu dilakukan kerja bakti dan pembasmian hama tikus setiap minggu satu lantai, saat itu ada 52 minggu. Berarti kalau ada 24 lantai, 24 minggu. Dan ini tidak pernah putus. Jadi, jangan sampai tikus betah di kantor," kata Agustino.

"Sekali kerja bakti dan razia tikus bisa dapat sampai 30 tikus di satu lantai," sambungnya.

Menurutnya, saat itu pihaknya hanya melakukan upaya kerja bakti dan pembasmian tikus.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, upaya pencegahan hama tikus datang kembali ke lingkungan kantor Pemprov DKI dilakukan oleh pihak swasta melalui lelang.

Pihak swasta tersebut melakukan pencegahan hama tikus dengan melakukan penyemprotan atau vaughing dengan cairan khusus.

Oleh karena itu, anggaran pembasmian hama tikus di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp200 juta. Dan program tersebut masih berjalan hingga saat ini.

"Sekarang sudah menurun jumlah tikusnya, tapi dilakukan pencegahan. Kerja bakti berhenti dahulu, sampai nanti diminta lagi oleh Djarot," jelasnya.

Sekedar informasi, Djarot Saiful Hidayat, mencetuskan program "Gerakan Basmi Tikus" di wilayah ibukota dengan menggandeng partisipasi warga.

Nantinya, warga diberi insentif Rp20 ribu untuk seekor tikus yang berhasil ditangkap hidup atau mati.

"Yang kita buru adalah tikus-tikus got, yang gede-gede itu lho, bukan tikus rumah. Kalau tikus di rumah tanggung jawab sendiri dong," kata Djarot saat mengunjungi revitalisasi Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

Djarot mengatakan, dirinya telah menggelar rapat koordinasi bersama kepala dinas terkait untuk pematangan program ini.

Nantinya, pelaksanaan program ini akan melibatkan kerjasama antara Dinas Kebersihan, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PSSU) atau "Pasukan Oranye", Dinas Pertamanan dan Pemakaman, kelurahan dan RT/RW.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas