Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

PKL di Stasiun Kota Ngamuk, Djarot Dilempari Botol Hingga Bangku

Para pedagang itu melempar berbagai barang yang ada di sekeliling mereka, mulai dari botol beling minuman ringan

PKL di Stasiun Kota Ngamuk, Djarot Dilempari Botol Hingga Bangku
Dennis Destryawan/Tribunnews.com

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Personel Satpol PP dan ajudan mengamankan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat pedagang di emperan Stasiun Kota mulai mengamuk.

Para pedagang itu melempar berbagai barang yang ada di sekeliling mereka, mulai dari botol beling minuman ringan, krat (tempat botol minuman), hingga bangku.

Mereka melempar barang-barang itu ke arah Djarot dan rombongan.

Pedagang yang sebagian besar ibu-ibu itu berteriak dan menangis histeris setelah personel Satpol PP mengangkut gerobak mereka yang disimpan di sebuah gudang tua.

"Jangan lempar, ini ada Pak Wagub," kata personel Satpol PP kepada para pedagang, Selasa (25/10/2016).

Namun, PKL tak mengindahkan imbauan tersebut.

Mereka terus melempar botol ke arah Djarot dan rombongan.

Djarot yang tengah meninjau pedagang dan berada di tengah-tengah kerumunan langsung diamankan ke tempat yang lebih aman.

"Awas... awas...," kata polisi yang juga mengawal Djarot.

 Sementara itu, Djarot terlihat terus berbincang dengan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter.

Selama Djarot berjalan, pedagang terus menangis histeris dan memohon agar pendamping Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu tidak mengangkut gerobak mereka.

Namun, gerobak pedagang tetap diangkut dan diminta untuk pindah ke Jalan Cengkeh.(Kurnia Sari Aziza)

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas