Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tim Sukses Ahok-Djarot Tanggapi Ketidakhadiran Agus-Sylvi dalam Setiap Debat

Ansy Lema mengatakan bahwa acara debat dan diskusi menjadi etalase program, visi, dan misi bagi paslon yang bersaing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tim Sukses Ahok-Djarot Tanggapi Ketidakhadiran Agus-Sylvi dalam Setiap Debat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersama Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat melakukan debat pada acara Rosi dan kandidat pemimpin Jakarta di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (15/12/2016). Acara yang diselenggarakan oleh Kompas TV tersebut untuk memberi kesempatan para kandidat pemimpin Jakarta menyampaikan Visi dan Misi serta pandangannya mengenai Ibukota. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ansy Lema, juru bicara tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor pemilihan dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat menghormati keputusan rivalnya Agus Yudhoyono-Sylviana Murni untuk tidak memenuhi undangan debat Pilkada Jakarta dari beberapa media.

Namun ia menyayangkan sikap Agus-Sylvi tersebut yang menurutnya tidak menunjukkan keinginan membangun demokrasi.

"Padahal debat dan diskusi adalah upaya kita mencerdaskan bangsa. Lewat debat dan diskusi kita turut andil membangun demokrasi," jelas Ansy saat mengikuti diskusi publik "Seberapa Penting Debat Program bagi Cagub DKI" di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016).

Ansy Lema mengatakan bahwa acara debat dan diskusi menjadi etalase program, visi, dan misi bagi paslon yang bersaing.

Lewat etalase tersebut masyarakat bisa menentukan sendiri pilihan yang pas sesuai kata hatinya.

Ia juga menyatakan undangan debat dan diskusi dari media perlu dihormati dan dipenuhi.

"Media adalah pilar keempat demokrasi, apalagi kita hidup di zaman revolusi teknologi informasi dan kebebasan pers. Tugas media adalah menyajikan informasi yang komprehensif dengan mendatangkan semua paslon untuk beradu argumen," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas