Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

12 Fakta Terkait Pembunuhan Sadis di Pulomas

Kasus pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur yang menyebabkan enam orang tewas menjadi sorotan banyak pihak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in 12 Fakta Terkait Pembunuhan Sadis di Pulomas
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Polisi kerahkan anjing pelacak untuk mengusut kasus pembunuhan dan dugaan perempokan di Komplek Pulomas Residence, Jalan Pulomas Utara nomor 7A, RT 12/16 Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016) pagi. 

"Keterangan pembantu, ada dua yang menodong korban pakai pistol dan satu lagi bawa golok," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan di lokasi, Selasa (27/12/2016).

Baca: Duka dan Air Mata Saat Pemakaman Dodi Triono dan Kedua Anaknya

4. Cerita dari satu korban selamat, yakni anak pemilik rumah bernama Dodi Triono (59), ZKA (6) kepada pamannya Tengku Kevin (26):

"Tiba-tiba ZKA melihat ada orang tak dikenal masuk ke rumah. ZKA belum bisa menyampaikan bagaimana ciri-ciri dua orang tak dikenal itu," kata Tengku kevin.

Namun, ZKA hanya menyebutkan jika terdapat dua orang tak dikenal yang masuk ke rumah.

kemudian, ada teriak dan bilang, 'maling, maling'.

Karena waktu itu sebagian besar wanita, penghuni rumah tidak bisa berbuat banyak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Cowoknya cuma tiga orang, om saya (Ir Dodi Triyono) dan dua sopir," demikian sepotong kronologi yang dikisahkan kepada sang paman.

5. ZKA juga mengungkapkan sesuatu tentang pelaku yang menyekap dia dan keluarganya hingga beberapa di antaranya meninggal dunia.

Hal itu disampaikan kepada Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda.

Erlinda menyampaikan, ada cerita yang luar biasa di balik penyekapan dan pembunuhan ini.

Dia juga menyinggung soal adanya dendam yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Namun, Erlinda enggan menjelaskan lebih jauh mengenai informasi yang diperolehnya itu.

"Anet (ZKA) memberikan beberapa clue (petunjuk), katanya orang (pelaku) itu jahat dan papanya enggak salah."

"Katanya, orang itu jahat dan enggak cuma satu," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda saat menjenguk Zanette di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) malam.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas