Tribun

Pilgub DKI Jakarta

Pasar Senen Terbakar, Ahok Kontak Direktur Utama Pasar Jaya

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok prihatin dengan kebakaran yang melanda blok satu dan dua Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pasar Senen Terbakar, Ahok Kontak Direktur Utama Pasar Jaya
Warta Kota/Angga
Kebakaran melanda pusat perbelanjaan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017) dini hari pukul 04.30 WIB. Kebakaran terjadi di Blok III Pasar Senen. WARTA KOTA/ANGGA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok prihatin dengan kebakaran yang melanda blok satu dan dua Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Kobaran api yang melahap Pasar Senen sulit dipadamkan.

Ahok menengarai, penyebabnya adalah banyak kios yang dijadikan gudang.

Menurut Ahok, banyak pedagang yang menyalahi konsep pasar.

Baca: Sylviana Murni Duga EWS Tak Berfungsi Saat Kebakaran di Pasar Senen

Ahok mengaku telah berulang kali menyampaikan agar tidak boleh ada seorang pedagang pun yang menumpuk stok barang di toko atau kios.

"Karena konsep pasar itu sebenernya untuk dagang. Jadi barang tidak boleh ditumpuk terlalu banyak. Sekarang, kami setengah mati memadamkannya," ujar Ahok di Hotel Santika, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (19/1/2017).

Ahok berharap api bisa dipadamkan, agar tak merembet ke blok 3 yang baru dibangun oleh PD Pasar Jaya.

Baca: Damkar Kesulitan Menaklukan Kebakaran Pasar Senen Karena Gerbang Terkunci

Blok tersebut sebelumnya juga pernah terbakar pada 2014.

"Itu yang kami khawatirkan menyambar sampai ke blok 3. Blok barunya PD Pasar Jaya," ucap Ahok.

Ahok mengaku telah memberikan saran kepada Direktur Utama Pasar Jaya Arief Nasrudin.

"Nah, tapi sekarang saya enggak bisa perintah apa-apa kepada Dirut Pasar Jaya. Tapi sebagai gubernur non aktif, saya sudah kontak mereka," kata Ahok.

Ahok mengatakan komunikasi dirinya dengan direktur utama hanya sebatas memberikan masukan.

Termasuk, menghubungi Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya.

"Tidak boleh orang memiliki lima sampai sepuluh kios. Kemudian setengahnya dibuat untuk gudang. Ini yang bahaya. Kita harus adil," tutup Ahok.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas