Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahli Hukum Pidana Analisa Pidato Ahok Tanpa Lihat Video

"Buat ahli itu gak perlu. Pidato mulai dari apa gak perlu. Yang kami perlukan ada ga perbuatan, ucapan serangkaian itu menghina atau tidak,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ahli Hukum Pidana Analisa Pidato Ahok Tanpa Lihat Video
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ahli pidana UII Yogyakarta Mudzakir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir mengaku tidak melihat video pidato Basuki Tjahaja Purnama (ahok) saat dirinya diperiksa penyidik.

Dalam sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Mudzakkir mengatakan sebagai seorang ahli dirinya hanya menilai rangkaian perbuatan dan ucapan Ahok.

"Buat ahli itu gak perlu. Pidato mulai dari apa gak perlu. Yang kami perlukan ada ga perbuatan, ucapan serangkaian itu menghina atau tidak," kata Mudzakkir di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Baca: Ketua Komisi III DPR Sebut Hak Angket Ahok Gate Tergantung Cuaca Politik

Mudzakkir menjelaskan, dirinya hanya melakukan analisa terhadap satu alinea atau paragraf dari pidato Ahok di Kepulauan Seribu September 2016.

Ada tiga kalimat yang penting dalam konteks pidato tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama yakni kalimat 'Jangan percaya pada orang'.

"Sesungguhnya 'Jangan percaya pada orang', orang itu siapa kami konstruksikan jadi satu kesatuan. Orang itu adalah orang yang menyampaikan Al-Maidah 51," kata Mudzakkir.

Kalimat kedua dari pidato Ahok yang dianalisa Mudzakkir adalah 'Maka kamu gak memilih saya kan'.

Menurutnya, kalimat tersebut berarti penyampaian konteks materi dalam konteks pemilihan (Pilkada).

Baca: Jakarta Dikepung Banjir, Ahok: Bersyukur Air Laut Tidak Lewati Tanggul

"Karena Al-Maidah 51 disampaikan oleh orang yang bersangkutan, maka dia tidak memilih saya kan. Konteksnya memilih saya dalam konteks ini adalah pengucap atau pengujar kalimat itu ga terpilih karena AlMaidah 51," jelasnya.

Sementara kalimat ketiga yakni 'Dibohongi pakai Al-Maidah 51' dan seterusnya.

"Kalimat tegas kedua 'dibohongi' dan satunya 'dibodohi' sehingga kata 'dibodohi' hubungannya dengan Al-Maidah 51," ucapnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas