Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolda Metro Jaya Duga Ancaman Bom di NET TV Tidak Terkait Bom Kampung Melayu

Soal dua peristiwa tersebut, Kapolda menduga, ancaman bom dan ledakan bom di Kampung Melayu tersebut tidak memiliki keterkaitan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nurul Hanna
zoom-in Kapolda Metro Jaya Duga Ancaman Bom di NET TV Tidak Terkait Bom Kampung Melayu
Tribunnews/NurulHanna
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menuturkan pihaknya tengah mendalami aksi ancaman bom lewat pesan singkat yang ditujukan ke staf NET TV.

"Kami sedang dalami kemaren, sementara pelaku pengiriman sms ada di Bogor. Sedang ada tim yg menangani," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017)

Diketahui, Rabu (24/5/2017) sekira pukul 20.00 WIB, staf PT Net Mediatama Indonesia (NET TV) menerima pesan singkat berupa ancaman bom.

Selang satu jam setelahnya yakni pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB bom meledak di Kampung Melayu.

Soal dua peristiwa tersebut, Kapolda menduga, ancaman bom dan ledakan bom di Kampung Melayu tersebut tidak memiliki keterkaitan.

"Kelihatannya tidak ada kaitannya namun demikian nanti ada keterangan resmi yang di NET TV itu," ucap Iriawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Rabu (24/5/2017) sekira pukul 20.00 WIB, sebuah pesan singkat masuk ke nomor hot line yang dikhususkan untuk penonton NET TV. Pengirim mengaku dirinya Pejuang Jihad Islam.

"(Nomor pengirimnya) tidak dikenal di smsnya tertulis dari Pejuang Jihad Islam yg katanya kami bakal bom kantor NET," ucap Ferdiza, humas NET TV saat dihubungi Tribunnews, Kamis (25/5/2017).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas