Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Merasakan Lebaran Hari Kedua di Kampung Sawah

Selang beberapa menit, datang rombongan kedua yang juga keluarga Abah yang beragama Protestan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Merasakan Lebaran Hari Kedua di Kampung Sawah
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
‎KH Rahmaddin Afif 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - ‎Kampung Sawah, wilayah ini letaknya tidak jauh dari Ibu Kota.

Area ini bukanlah tempat wisata melainkan tempat pemukiman penduduk. Lalu apa yang membuat Kampung Sawah tersohor?

Disaat ibu Kota dan daerah lainnya gaduh serta ribut-ribut soal politik dan lainnya. Kampung Sawah tetap kental dengan nuansa toleransi dan kebhinekaan.

Tribunnews.com di Hari Raya Idul Fitri 1348 Hijriah kedua, Senin (26/6/2017) menyempatkan diri merasakan Lebaran hari kedua disana.

Kampung Sawah terletak di dua Kelurahan, Jati Warna dan Jati Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya juga gampang dijangkau angkutan umum.

Warga Kampung Sawah mayoritas beretnis Betawi, meski kini sudah banyak pendatang. Berbeda dengan daerah Betawi lainnya yang memeluk agama Islam.

Masyarakat betawi di Kampung Sawah ‎justru hidup rukun dan damai dengan tiga pemeluk agama, yakni Katolik, Protestan dan Islam.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski beragam dan beda keyakini, kerukunan umat beragama di Kampung Sawah sudah tersohor dan melegenda kemana-mana.

Di Kampung Sawah, Tribunnews.com bersilaturahmi ke rumah ‎KH Rahmaddin Afif (72) warga asli Kampung Sawah yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Fisabilillah.

Kediaman KH Rahmaddin atau yang akrab disapa Abah sangat mudah dijumpai.

Rumahnya terletak tepat di samping Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi yang berada di Jl Raya Kampung Sawah.

Rumah ini masih mempertahankan nilai budaya Betawi dengan bilik bambu sebagai plafon disertai pendopo besar untuk menerima tamu.

Kebetulan saat itu, Abah tengah sibuk menerima kunjungan silaturahmi dari sanak saudaranya.

Maklum saja, di keluarga besarnya, Abah termasuk orang yang dituakan sehingga saat Hari Besar, seperti Idul Fitri, Abah lebih banyak menerima kunjungan.

"Saya ini kan termasuk yang dituakan, jadi kalau Idul Fitri begini lebih banyak di rumah menerima kunjungan silaturahmi dari keluarga. Nanti kalau saya pergi-pergi mereka pada ngomel. Ini aki-aki kemana, Lebaran malah pergi. Saya cukup jadi tuan rumah saja," canda Abah saat menerima kunjungan dari keluarga besarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas