Tribun

LRT Diklaim Kurangi Kemacetan, Ini Alasannya

pembangunan proyek LRT ini terbagi menjadi dua fase. Fase pertama dengan rute Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang Bekasi.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
LRT Diklaim Kurangi Kemacetan, Ini Alasannya
Syahrizal Sidik
Luhut Binsar Panjaitan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini, Jumat (4/8/2017) meninjau langsung progres pembangunan Proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek fase satu di Cibubur, Jakarta Timur.

Turut hadir juga direktur PT Adhi Karya Budi Harso mendampingi kunjungan dua menteri kabinet kerja itu.

Sebagaimana diketahui, pembangunan proyek LRT ini terbagi menjadi dua fase. Fase pertama dengan rute Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang Bekasi.

Sedangkan, pada fase kedua rute yang dilalui sari Dukuh Atas-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Bogor.

Menurut Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto dana yang sudah diserap dalam pembangunan fase pertama ini sudah mencapai Rp 4 triliun. Ia pun sudah berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti PLN dan Telkom untuk mempercepat pembangunan LRT yang menelan total anggaran sebesar Rp 21 triliun ini.

Nantinya operasionalnya LRT akan dikelola oleh PT KAI di bawah Ditjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan.

"Insya Allah kami akan sesuai target pembangunan tahap satu di awal 2019," ujar Budi Harto kepada Tribunnews.com.

Sementara itu, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, memaklumi jika masyakarat merasakan dampak kemacetan akibat pembangunan LRT ini.

"Kami memohon maaf kepada publik yang sebesar-besarnya, kami tidak punya pilihan, kita terlambat bangun infrastruktur. Kita speed up, jangan lebih lambat dari 2018," ujar Luhut.

Luhut menambahkan, progres LRT saat ini sudah dinilai baik. Jika sudah beroperasi, rata-rata penumpang LRT dalam sehari bisa diatas 450 ribu orang, tentunya akan berdampak mengurangi kemacetan di Jabodetabek.

Jika proyek LRT Jabodetabek selesai, nantinya akan juga dilakukan di daerah yang padat penduduknya seperti Bandung dan Surabaya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas