Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Perjuangan Dua Guru Lintasi Jalan Berliku dan Berbukit Mengajar SD Terpencil di Bogor

Melintasi jalan berliku dan berbukit di tebingan Gunung Suling, Kecamatan Rumpin menjadi keseharian dua guru SD ini untuk mengajar anak didiknya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah Perjuangan Dua Guru Lintasi Jalan Berliku dan Berbukit Mengajar SD Terpencil di Bogor
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Muhat Iskandar dan Dedi Sumardi, Guru di SDN Rabak 01, Kecamatan Rumpin yang lokasinya terpencil. 

Baca: Sri Mulyani Ceritakan Alasannya Terima Permintaan Jokowi dan Kembali ke Indonesia

"Kalau sekarang alhamdulillah sekolahnya sudah lebih baik, kalau dulu itu mereka belajar dibekas rumah warga," celetuk Muhat menambahkan.

Siswa disekolah tersebut jumlahnya memang tidak terlalu banyak, saat ini ada sekitar 48 siswa dari kelas I hingga kelas V .

Kelas I jumlahnya 6 siswa, kelas II jumlahnya 11 siswa, kelas III (29 siswa), kelas IV (1) dan dan kelas V (2 siswa).

"Kalau kelas enamnya ada empat siswa, tapi mereka sekolahnya di bawah gunung yang menjadi sekolah induk SDN Rabak 01. Itu pun harus pakai motor karena jaraknya jauh," kata dia.

Jarak antara sekolah jauh dengan sekolah induk SDN Rabak 01 sekitar 4 kilometer harus ditempuh jalan setapak melewati tebingan gunung suling.

Sekedar informasi, di sekolah jauh SDN Rabak 01 Kampung Haliwung, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin memang hanya memiliki dua orang guru saja yakni Muhat Iskandar dan Dedi Sumardi untuk mengajar anak-anak disana agar bisa tetap merasakan pendidikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Perjuangan Muhat dan Dedi untuk mencerdaskan anak Bangsa patut mendapat apresiasi. Mereka adalah guru tanpa tanda jasa.

Penulis: Damanhuri

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas