Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kasus First Travel

Mahfud MD Sempat Berangkatkan 750 Orang Umroh Dengan First Travel

Murah sekali waktu itu, dua belas juta (rupiah), berikutnya saya bawa lagi lima ratus orang.

Mahfud MD Sempat Berangkatkan 750 Orang Umroh Dengan First Travel
Repro/KompasTV
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD ditemui usai dilantik sebagai anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila atau UKP-PIP di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini menjabat anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Mahfud MD, mengaku pernah hampir jadi korban dari First Travel.

Kepada wartawan usai mengisi acara diskusi di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017), ia menyebut pada tahun 2011 lalu, Mahfud yang merupakan alumni Universitas Islam Indonesia (UII), sempat mengajak sekitar 750 orang alumni UII lainnya umroh dengan menggunakan jasa First Travel.

"Murah sekali waktu itu, dua belas juta (rupiah), berikutnya saya bawa lagi lima ratus orang. Itu sampai di Jakarta, penerbangan ditunda, itu (pesertanya) sudah dari seluruh Indonesia," katanya.

Pada kloter kedua di mana ia membawa sekitar lima ratus orang itu, para jamaah sempat terlantar setelah penerbangan mereka ditunda menurut Mahfud MD.

Untungnya setelah penundaan, jamaah-jamaah tersebut masih bisa diberangkatkan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh, walaupun dengan kondisi serba kekurangan.

Mahfud MD tiga kali memberangkatkan jamaah dengan First Travel. Terakhir ia memberangkatkan orang pada 2013.

Saat itu menurutnya jamaah bisa berangkat, namun pelayanannya jauh lebih bermasalah dari apa yang dialami oleh jamaah yang ia berangkatkan setahun sebelumnya.

Baca: Dua Mahasiswa Indonesia yang Ditahan Mesir Segera Pulang

"Nah yang ketiga itu, yang berangkat dipisah. suainya terbang ke Jedah, istrinya terbang lewat mana. Sehingga di Mekah pun terpisah-pisah, dan umrah menjadi kurang menyenangkan," katanya.

"Saya waktu itu langsung tidak mau lagi dengan First Travel, karena dia tidak mau mengeluarkan secarik kertas pun, bahwa anda sudah bayar, dan anda berangkat ya berangkat," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas