Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dikejar Calon Jemaah Umrah First Travel, Sosok Ini Bilang 'Mau Mati Saja'

Beragam cerita muncul saat para korban datang ke kantor tim pengurus PKPU. Dari mengerikan hingga menyedihkan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Dikejar Calon Jemaah Umrah First Travel, Sosok Ini Bilang 'Mau Mati Saja'
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Ardi, staf tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) saat menerima korban First Travel di Perkantoran Grand Wijaya Center Blok F Nomor 10, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Baca: Mengaku Pasrah, Korban First Travel Ini Ingin Lihat Wajah Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan

Jen yang berprofesi sebagai office boy itu datang dari kantornya di daerah Klender, Jakarta Timur.

Ia mendengar, jemaah bisa menagih uangnya di lokasi itu setelah First Travel diwajibkan melunasi utangnya kepada calon jemaah umrah oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Jen beserta dua orangtuanya dan lima tetangganya di Bekasi mengaku sudah pasrah uangnya tak akan kembali.

Namun kekesalan terhadap dua bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, masih terpendam.

"Orangtua saya sudah ngikhlasin, katanya enggak apa-apa mungkin bukan rezeki kami, tapi orang itu (Andika dan Anniesa) kalau bisa dihukum gantung saja," kata Jen.

Jen pun hanya mengobrol dengan para staf tim PKPU.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menanyakan kapan jadwal sidang selanjutnya digelar.

Ia ingin melihat wajah Andika dan Anniesa di ruang sidang.

Baca: Raja dan Ratu First Travel Sampaikan Pesan Ini kepada Korbannya dari Balik Jeruji Penjara

Tim PKPU menjelaskan bahwa sidang di Pengadilan Niaga hanya dihadiri kuasa hukum Andika-Anniesa.

Sebab pasangan suami istri itu masih ditahan oleh Mabes Polri untuk tindak pidana penipuan dan penggelapan. Sidang di Pengadilan Niaga hanya mengurus kasus perdata.

Setelah mendengar penjelasan itu, Jen mengatakan tidak punya keinginan untuk mendaftarkan diri sebagai kreditur demi menagih uangnya yang digelapkan First Travel.

Ia hanya datang untuk mengungkapkan kekecewaannya.

"Saya kesal aja, sama tetangga dan orangtua sudah sampai bikin syukuran, eh ternyata ditipu begini," kata dia.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas