Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Sebut Dokter Penganiaya Petugas Parkir Punya Senjata Api Dari Temannya

Yang bersangkutan menerangkan bahwa senjata itu diberikan seorang rekannnya dan itu sudah lama sekali. Kurang lebih pada tahun 2000,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Polisi Sebut Dokter Penganiaya Petugas Parkir Punya Senjata Api  Dari Temannya
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Resor Jakarta Selatan terus menyelidiki kasus penganiayaan yang disertai penembakan ke udara yang dilakukan Anwari, kepada petugas parkir mal Gandaria City, Kebayoranlama, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017) lalu.

Polisi mengatakan sedang mendalami status kepemilikan senjata api pria yang berprofesi sebagai dokter klinik syaraf di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan itu.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan, Anwari mengaku bahwa ia mendapatkankan senjata tersebut dari seorang rekannya pada tahun 2000.

Baca: Tak Terima Ditegur, Mat Ali Bawa Golok Dari Rumahnya Lalu Bacok Kepala Tetangganya Hingga Tewas

"Yang bersangkutan menerangkan bahwa senjata itu diberikan seorang rekannnya dan itu sudah lama sekali. Kurang lebih pada tahun 2000," kata Iwan di Mapolsek Metro Kebayoran Lama, Minggu (8/10/2017).

Menurut Iwan, pelaku mengaku tidak selalu menggunakan senpi tersebut.

Ia hanya membawa senpi saat kejadian itu saja.

"Pelaku mengaku tidak membawa senpi setiap hari. Hanya pada saat itu saja," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Setya Novanto Rombak Pengurus DPP Golkar, Nama Yorrys Didepak

Sebelumnya diberitakan, Zuansyah (21), petugas parkir mal Gandaria City, melapor ke Mapolsektro Kebayoranlama setelah ditinju sebanyak dua kali oleh seorang yang mengaku-aku sebagai anggota TNI.

Tak hanya itu, rekan oknum tersebut juga mengancam Zuansyah dengan melepaskan tembakan ke udara.

Kejadian berawal saat pelaku penganiayaan hendak keluar dari parkiran basement mal.

Zuansyah yang berjaga di loket pembayaran karcis, meminta uang parkir sesuai dengan yang tertera di komputer.

Baca: Ratusan Rumah di Sekitar Gunung Agung Retak-retak Akibat Aktivitas Vulkanik

Pelaku yang terlihat mengendarai mobil dinas RSPAD berwarna hijau itu tidak terima.

Ia bertanya kepada Zuansyah 'Mengapa TNI harus membayar'.

Zuansyah menjawab, 'Parkiran gratis hanya berlaku untuk tamu VIP dan pihak hotel'.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas