Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tinjau Proyek MRT, Anies-Sandi Bersepakat Soal Pembebasan Lahan

Mahesh, satu dari empat pemilik lahan yang belum bersepakat, kemudian mendengarkan penjelasan Anies.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
zoom-in Tinjau Proyek MRT, Anies-Sandi Bersepakat Soal Pembebasan Lahan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kedua kiri) meninjau proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Fatmawati, Jakarta, Jumat (20/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan peninjauan ke lokasi proyek MRT guna memantau perkembangan terkini proyek tersebut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Anies Baswedan - Sandiaga Uno meninjau Proyek MRT, di H Nawi, Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat, (20/10/2017).

Anies meninjau sejumlah lahan yang belum dilepaskan oleh pemiliknya untuk proyek MRT.

Kurang lebih terdapat empat lahan yang belum bersepakat.

Baca: Tiga Kali Operasi, Begini Kondisi Bocah yang Wajahnya Dicelupkan ke Minyak Panas

Anies-Sandi kemudian mengajak berdialog dan memberi penjelasan mengenai pentingnya proyek MRT.

"Jangan orientasinya untung rugi karena tidak akan selesai," ujar Anies.

Mahesh, satu dari empat pemilik lahan yang belum bersepakat, kemudian mendengarkan penjelasan Anies.

Rekomendasi Untuk Anda

Kepada Anies, Mahesh mengaku mau saja lahannya digunakan proyek MRT asal pembebasan lahannya sesuai dengan Undang-undang termasuk masalah harga.

Baca: Fadli Zon Beri Nilai 5 untuk Tiga Tahun Jokowi-JK, Ini Alasannya

Mahesh kemudian memperbolehkan untuk membongkar pagar bangunannya yang selama ini digunakan sebagai toko Karpet tersebut, setelah sebelumnya diminta oleh Anies.

‎"Bongkar saja pak saya senang," kata Mahesh.

Keduanya kemudian secara simbolis ‎menghancurkan pagar menggunakan martil.

Usai menghancurkan pagar, Anies-sandi dan Mahesh kemudian bergenggaman tangan, sambil mengangkatnya.

Saat ditanya wartawan Mahesh mengatakan dirinya mau bersepakat meskipun belum ada harga pasti dalam pembebasan lahan.

‎"Tapi kalau proyek ini kan semua rakyat maunya jadi. Asal bikin komitmen akan menghitung ganti ruginya sesuai undang undang," katanya.‎

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas