Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Sekitar Pabrik Kembang Api yang Terbakar Kesurupan, Arwah Korban Mengaku Kedinginan

Tragedi maut kebakaran di pabrik kembang api, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017) pekan lalu, menyisakan rasa pilu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Warga Sekitar Pabrik Kembang Api yang Terbakar Kesurupan, Arwah Korban Mengaku Kedinginan
Alex Suban/Alex Suban
Tim Elang Cisadane Polrestro Tangerang menjaga lokasi tembok yang dijebol di sisi pabrik dan gudang petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi Desa Belimbing RT 20 / RW 10 Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, setelah dilanda kebakaran, Kamis (26/10/2017). Puluhan karyawan pabrik ini tewas terbakar dalam peristiwa itu. (Warta Kota/Alex Suban) 

Laporan Wartawan Wartakota, Andika Panduwinata

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Tragedi maut kebakaran di pabrik kembang api, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017) pekan lalu, menyisakan rasa pilu.

Peristiwa tersebut merenggut 49 korban jiwa. Mereka yang tewas merupakan buruh di pabrik itu. Jasad mereka sulit dikenali lantaran terpanggang kobaran api.

Insiden yang mengerikan itu pun kini meninggalkan cerita mistis dari warga sekitar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Beni Benteng, Koordinator Keamanan Desa Cengklong, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Ia menjelaskan, pihaknya banyak mendapatkan laporan dari warga pasca-kejadian tersebut.

Masyarakat bercerita mengenai hal-hal gaib yang membuat bulu kuduk merinding.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak warga yang lapor ke aparat desa. Mereka mengaku kerasukan arwah para korban," ujar Beni saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (30/10/2017).

Anggota keluarga korban juga mengalami hal serupa. Mereka mengalami kesurupan.

"Banyak juga keluarganya yang didatangin dalam mimpi. Anaknya minta tolong. Warga yang kerasukan, katanya arwahnya bilang kedinginan karena belum diurusin," ungkap Beni.

Beni pun menampung laporan-laporan masyarakat itu, dan segera menindaklanjuti.

"Ada sekitar 20 orang anggota keluarga yang laporan ke kami dibawa ke dalam pabrik itu," imbuhnya.

Hal itu dilakukan untuk memastikan adanya jasad yang masih tertinggal di lokasi kejadian.

Warga bersikukuh, masih ada lagi jasad korban di dalam pabrik kembang api tersebut.

"Tadi juga sempat bongkar-bongkar puing, tapi tetap tidak ketemu. Sekarang warga sudah merasa tenang karena tidak ada jenazah lagi di dalam pabrik ini," papar Beni.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas