Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Wanita Dibakar Calon Suami di Jakarta, Ini Enam Faktanya

Kasus pembunuhan yang terjadi pada calon pasangan suami istri menghebohkan Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kasus pembunuhan yang terjadi pada calon pasangan suami istri menghebohkan Jakarta, Kamis (3/5/2018).

ST (25) menusuk LR (41), calon istrinya saat cekcok, lalu membuang dan membakarnya di Pantai Karang Serang, Tangerang.

"‎Korban ditusuk sebanyak empat kali di bagian perut dan punggung," kata Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh.

Baca: Apa Hukumnya Belum Bayar Utang Puasa Sampai Ramadan Tiba? Simak Penjelasan Ustaz Kembar

Pembunuhan itu berlangsung di rumah LR di Jalan Alaydrus, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

Dihimpun Tribun-Video.com dari TribunJakarta.com, Minggu (6/5/2018), berikut 6 fakta peristiwa yang terjadi tak lama setelah keduanya berfoto pre-wedding itu:

1. Berawal dari bulu tangkis

Rekomendasi Untuk Anda

ST, sopir online, bertemu LR, seorang lulusan Australia yang jago IT karena hobi bulu tangkis.

Keduanya kenal lama dan kerap bermain bulu tangkis di Jelambar, lalu berpacaran selama 9 bulan meski usia terpaut 16 tahun.

"Mereka itu kenal karena sama-sama suka main bulu tangkis. Karena sering bertemu dan main bulu tangkis bareng makanya jadi dekat," kata Panit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat, Iptu Eko Agus saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (6/5/2018).

"Mainnya bulu tangkisnya biasanya di daerah Jelambar. Kadang juga di daerah Pantai Indah Kapuk," tambahnya.

2. Motif sakit hati

ST mengaku bertengkar hebat karena dirinya, yang tinggal seatap di rumah LR, lupa menutup pintu.

Ayah korban marah-marah, sehingga korban terkena dampaknya.

"Cek-cok itu sendiri terjadi berawal karena saya lupa menutup pintu rumah kemudian bapaknya marah-marah hingga merambat banyak ke dia. Saya juga memang tinggal di sana," kata ST.

Sumber: Tribun Video
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas