Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kapolres Bekasi Tegaskan Korban yang Bacok Pelaku Begal Hingga Tewas Masih Berstatus Saksi

Prosedur mendengarkan pendapat ahli yakni untuk membuktikan apakah yang dilakukan MIB merupakan bela paksa atau tidak

Kapolres Bekasi Tegaskan Korban yang Bacok Pelaku Begal Hingga Tewas Masih Berstatus Saksi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kapolres Metro Bekasi Kombes Indarto menunjukkan barang bukti kasus pembacokan di flyover Summarecon, Bekasi, di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (25/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto menegaskan korban begal yang bacok pembegal masih berstatus saksi sampai rampungnya hasil keterangan ahli pidana, Rabu (30/5/2018).

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kapolres menegaskan, pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka yakni Indra Yulianto alias (IY) dalam kasus perampokan atau begal.

"Sedangkan kasus yang aniaya hingga menyebabkan meninggal dunia yang dugaan dilakukan oleh sodara MIB itu statusnya masih saksi karena kami harus memeriksa bersama ahli yang sekarang sedang berlangsung," kata Indarto

Dia menambahkan prosedur mendengarkan pendapat ahli yakni untuk membuktikan apakah yang dilakukan MIB merupakan bela paksa atau tidak.

Kalau itu termasuk bela paksa, tentunya kata Indarto, MIB tidak dapat dipidanakan.

"Kategorinya adalah perbuatannya dapat dibenarkan atau dimaafkan kalau masuk kategori (Pasal) 49 ayat 2 (KUHP)," jelas Indarto

Dalan perspektif hukum, ada namanya disebut Noodweer atau pembelaan darurat atau pembelaan terpaksa. Diatur dalam Undang-undang KUHP pasal 49 ayat 1 dan 2.

Ayat satu (1) berbunyi barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta Benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.

Kemudian ayat dua (2) berbunyi Pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana.

"Jadi saya ingin tekankan saat ini saudara MIB statusnya Saksi," tegas Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas