Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengancam Nyawa Petugas, Polisi Tembak Mati Seorang Perampok di Bekasi saat Diamankan

Sementara, enam tersangka lainnya berinisial AM (30), N (40), SN (28), A (48), JY (32) dan S (29) langsung pasrah saat diamankan petugas

Mengancam Nyawa Petugas, Polisi Tembak Mati Seorang Perampok di Bekasi saat Diamankan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gelar kasus penembakan tiga perampok sepeda motor bersenjata api, oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan dan jajarannya di Bekasi, Senin (16/7/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Tiga dari sembilan perampok sepeda motor bersenjata api di Kampung Jagawana, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi terkapar ditembak polisi, Minggu (15/7/2018) dini hari.

Satu orang di antaranya tewas di tempat karena proyektil menembus dada kirinya, sedangkan satu pelaku lagi mengalami luka tembak di bagian betis kanan karena berusaha kabur.

Baca: BPS: Juni, Neraca Perdagangan Surplus 1,74 Miliar Dolar AS

Wakil Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan, tersangka yang ditembak mati polisi berinisial AN (23), sedangkan pelaku yang ditembak kaki kanannya berinisial ES (21) dan MF (29).

Sementara, enam tersangka lainnya berinisial AM (30), N (40), SN (28), A (48), JY (32) dan S (29) langsung pasrah saat diamankan petugas.

"Polisi sengaja melumpuhkan tersangka AN, ES dan MF karena mereka melawan petugas, kalau tidak dilumpuhkan sangat mengancam nyawa petugas dan masyarakat," kata Luthfie di kantornya, Jalan Ki. Hajar Dewantara, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (16/7).

Menurut dia, AN ditembak dada kirinya karena berusaha melawan petugas.

Saat diamankan, AN diminta polisi untuk menunjukkan lokasi persembunyian senjata api rakitan jenis revolver yang biasa digunakan untuk beraksi.

Saat mencari pistol di semak belukar di Kampung Jagawana, Bripka Tomy Febyantoro mencurigai gelagat AN yang hendak mengambil pistol miliknya.

Benar saja, saat pistol telah dikuasainya AN tengah membidik anggota lain Bripda Yudhistira.

Dengan kesigapannya, Bripka Tomy Febyantoro berhasil meletuskan proyektilnya lebih dulu ke dada kiri AN. Melihat rekannya tertembak, tersangka ES dan MF rupanya memanfatkan peluang itu dengan berusaha melarikan diri.

Tembakan peringatan yang dilepas petugas diacuhkan tersangka. Hingga akhirnya petugas menembak ke bagian bawah dan peluru mendarat di betis kanan mereka berdua.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas