Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tahir Berjuang Selamatkan Anaknya yang Mengapung di Air Setelah Diterjang Tsunami

Setelah itu, Ahmad menemukan istrinya yang menangis karena sang anak masih berada di vila tempat mereka menginap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tahir Berjuang Selamatkan Anaknya yang Mengapung di Air Setelah Diterjang Tsunami
Tribunnews/JEPRIMA
Foto udara suasana desa Sambolo setelah diterjang Tsunami Selat Sunda Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018). Sejumlah bangunan tampak porak poranda setelah diterjang Tsunami Selat Sunda. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA -  Warga Meruya Utara, Kembangan Jakarta Barat, Ahmad Tahir (35), merupakan korban selamat dari tsunami di Selat Sunda, menceritakan pengalamannya ketika diterpa gelombang tsunami pada Sabtu (22/12/2018).

Hari itu, Ahmad berlibur bersama keluarga besarnya di Villa Roca Sambolo, Carita, Kabupaten Pandegelang, Banten.

Ada 30 anggota keluarga yang ikut dalam acara tersebut. Menurut Ahmad, pada malam itu, ia mendengar kabar bahwa air laut pasang.

Mereka pun memutuskan untuk keluar hotel dan kembali ke Jakarta.

Baca: Perjuangan Ifan Seventeen Selamatkan Diri dari Tsunami Meski Tertimpa Panggung dan Terlilit Kabel

Namun, belum sempat "check out", mereka berhadapan dengan ombak besar.

"Enggak keburu (check out), langsung di hadapan ada ombak besar. Setelah itu tanpa ingat apa-apa, langsung terpecah belah kita," ujar Ahmad saat ditemui di kediamannya di Kembangan, Senin (24/12/2018).

"Saya ingat banget waktu saya nengok ke belakang air itu setinggi atap rumah," kata Ahmad.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia selamat karena terjepit dua mobil sehingga tidak terbawa arus air.

Ahmad pun segera menyelamatkan diri.

Setelah itu, Ahmad menemukan istrinya yang menangis karena sang anak masih berada di vila tempat mereka menginap.

"Dengan nekat saya kembali lagi ke air, cari lagi anak saya, saya cari kedalam vila, ternyata anak saya ada dalam keadaan mengapung. Pas saya selamatkan sudah pingsan," kata dia.

Kemudian Ahmad dan anaknya ditolong warga.

Mereka dibawa ke sebuah puskesmas terdekat.

"Di puskesmas pertama sudah penuh, enggak diterima, akhirnya saya dipindah di klinik," ucap Ahmad.

Saat berada di klinik, Ahmad tidak begitu mengetahui bagaimana kondisi keluarganya yang lain.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas