Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Satu Pemuda Tewas Dalam Tawuran Antar Warga di Senen

Korban berasal dari RW 4 sementara kubu lawannya yang dipimpin Yogi dari RW 8.

Satu Pemuda Tewas Dalam Tawuran Antar Warga di Senen
HO/Dokumentasi Polsek Tangerang
ilustrasi.Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono (kanan) yang mengamankan senjata tajam celurit dan beberapa tongkat golf yang digunakan untuk tawuran, Minggu (25/2/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tawuran antar warga di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (5/5/2019) dini hari kemarin, memakan korban tewas seorang remaja bernama Raka (18).

Korban meninggal akibat dibacok dibagian perut dengan celurit.

Sampai saat ini sudah diamankan sebanyak 21 orang. Namun polisi belum menentukan tersangka pembunuhan Raka.

"(Raka) Dia meninggal di RSPAD (gatot Soebroto)," ujar Kapolsek Senen Kompol Muhammad Syafe'i, saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019).

Tawuran ini direncanakan kelompok remaja lewat media sosial.

Bentrokan terjadi antar remaja RW 4 Gang 1C dan RW 8 Kebon Sayur.

Korban berasal dari RW 4 sementara kubu lawannya yang dipimpin Yogi dari RW 8.

Baca: Fahri Setuju Audit Situng KPU

"Nah untuk yang RW 4 ini yang mengajak, menggerakan justru si korban si Raka itu. Dia yang ngajak teman-temannya. Dia bilang ada urusan ada, masalah gitu, terus janjian di medsos untuk ketemu. COD-lah istilah mereka," tutur Syafe'i.

Tawuran pecah setelah kedua kelompok bertemu di lokasi yang sudah mereka janjikan yaitu di Jalan Kramat 2. Remaja ini kebanyakan terdiri dari penggangguran dan pelajar kelas 2 SMA.

Selain mengamankan 21 orang, polisi juga menyita senjata tajam yang dipakai tawuran. Hingga kini polisi masih menyelidiki pemicu tawuran ini.

Para remaja lain yang terlibat tawuran hanya tahu jika korban mengajak tawuran karena ada masalah dengan kelompok lawan.

Namun, menurut polisi diduga alasan korban mengajak tawuran adalah masalah pribadi yang belum kelar beberapa tahun lalu.

"Kayanya si Raka sebelumnya pernah terlibat perkelahian 3 tahun lalu. Itu sempet diamankan babinsa waktu itu di ajak diskusilah," jelas Syafe'i.

Polisi mengklaim tawuran di kawasan tersebut baru pertama kali terjadi. Peristiwa itu terjadi diluar pengetahuan orang tua karena kehendak para pelaku sendiri. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas