Orangtua Petugas KPPS yang Gugur di Jakarta Timur Ini Belum Terima Dana Santunan dari Pemerintah
"Sampai saat ini belum ada penjelasan kenapa sampai sekarang belum ada realisasinya," kata Ali saat ditemui di kediamannnya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ali Azhari (61) mengaku belum menerima dana santunan dari pemerintah kepada pihak keluarga petugas KPPS yang gugur saat bertugas dalam pelaksanaan maupun tahapan Pemilu 2019.
Ali adalah orangtua dari Ahmad Farhan (34), petugas KPPS di TPS 68 Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
Baca: Relawan Jokowi Beri Santunan ke Anak Yatim dan Keluarga Anggota KPPS
"Sampai saat ini belum ada penjelasan kenapa sampai sekarang belum ada realisasinya," kata Ali saat ditemui di kediamannnya, Jalan Pedati Timur Dalam, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2019).
Ia kecewa lantaran sejumlah daerah sudah menyalurkan dana santunan kepada keluarga korban yang gugur.
"Padahal kalau dari berita sudah ada penyerahan secara simbolis. Padahal banyak yang menyarankan dana diserahkan sebelum tanggal 22 Mei, tapi sampai sekarang belum ada," katanya.
Ali mengaku sudah menyerahkan segala persyaratan kepada pihak KPUD Jakarta Timur.
Namun hingga kini, dana santunan tak kunjung cair.
"Sudah diserahkan ke KPU Jakarta Timur, surat kematian, surat pengangkatan sebagai KPPS. Sudah diserahkan sekitar tanggal 29 Mei ke Pulo Mas (Kantor KPU Jaktim)," katanya.
Sebelumnya, Komisioner KPU Jakarta Timur Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Tri Endraningsih, mengatakan, hingga kini belum ada satu ahli waris anggota KPPS di Jakarta Timur yang menerima dana santunan.
"Belum ada yang terima bantuan karena masih proses pengajuan persyaratannya. Pengajuan persyaratan dari keluarga ahli waris belum selesai," kata Tri di Pulogadung, Jakarta Timur Selasa (11/6/2019).
Petugas KPPS TPS 68 Rawa Bunga Ahmad Farhan (34) meninggal dunia setelah diduga kelelahan usai menjalankan tugas.
Baca: Mengapa Penangguhan Penahanan Lieus Sungkharisma Dikabulkan Sementara Eggi Tidak? Ini Penjelasannya
Ia sempat dirawat dan mengalami koma selama delapan hari di ICU RS UKI.
Namun demikian, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal 29 April 2019.
Penulis : Rangga Baskoro
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul : Keluarga Korban Anggota KPPS Benarkan Hingga Kini Dana Santunan Belum Cair
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.