Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hasil Operasi Cipta Kondisi, 243 Pelaku Kejahatan Terjaring

Hasilnya, 243 orang pelaku kriminalitas ditahan setelah terjaring dalam operasi ini.

Hasil Operasi Cipta Kondisi, 243 Pelaku Kejahatan Terjaring
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya beserta jajaran Polres di bawahnya menggelar operasi cipta kondisi (cipkon) sejak 10 Juli hingga 10 Agustus 2019.

Hasilnya, 243 orang pelaku kriminalitas ditahan setelah terjaring dalam operasi ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengungkapkan operasi ini merupakan kegiatan rutin.

"Hari ini kita merilis hasil daripada kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan dari jajaran Polda Metro, Polres dan Polsek. Total dalam satu bulan kita menahan 243 orang," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca: Dalam Sebulan 8 Ribu Senjata Diserahkan Kembali di Selandia Baru

Selain para pelaku kejahatan, polisi juga mengamankan senjata yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Serta kendaraan dan yang puluhan juta hingga narkoba.

"Barang bukti yang diamankan ada tujuh buah senjata api, 23 peluru, 26 buah senjata tajam, 52 unit sepeda motor, 12 unit mobil, 98 buah handphone 12 buah laptop, 172,39 gram ganja dan uang tunai Rp89.460.000," ungkap Gatot.

Dari 243 tersangka, pelaku kejahatan yang terjaring dalam operasi ini paling banyak dari kasus pencurian kendaraan motor dengan kekerasan. Kasus lainnya adalah tawuran, begal dan narkoba.

Baca: Menanti Seseorang untuk Mengadopsinya, Anjing Kesepian di Inggris Ini Terus Menunggu Selama 900 Hari

Bagi pelaku pencurian dengan kekerasan disangkakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara. Sedangkan pencurian dengan pemberatan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Kemudian, pelaku perjudian dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman selama-lamanya 10 tahun penjara. Bagi pelaku yang kedapatan memiliki senjata api dan senjata tajam dikenakan Undang-undang Darurat RI Tahun 1951 dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Bagi pelaku premanisme atau pemerasan diancam Pasal 368 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Bagi pelaku pembunuhan dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas