Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Putus Sekolah Sejak Kelas 3 SD, Pelaku Begal Payudara Dikenal Sulit Diatur

Tiba-tiba, beberapa anak muda langsung menghampiri korban dan memegang payudaranya.

Putus Sekolah Sejak Kelas 3 SD, Pelaku Begal Payudara Dikenal Sulit Diatur
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Suasana putaran McDonald's Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (9/8/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dari pelaku begal payudara yang beraksi di Bintaro, Tangerang Selatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan keluarga, ternyata pelaku sudah putus sekolah. Bahkan pelaku tidak bisa membaca tulis.

"Pelaku ini kan memang buta baca huruf dan tulis. Sejak kelas 3 SD informasi dari keluarga sudah putus sekolah," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharam Wibisono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca: Pembagian Daging Kurban Diwarnai Aksi Saling Dorong

Selain itu, keluarga membeberkan bahwa pelaku dikenal sebagai sosok yang sudah diatur. Keterangan keluarga tersebut akan didalami oleh pihak kepolisian.

"Memang kelakuannya sulit diatur sama keluarga. Diantara keluarga kalau saya lihat itu memang anak yang susah diatur," tutur Muharam.

Baca: Polisi Dipecat Karena Bolos Kerja untuk Ngojek

Seperti diketahui, kasus begal payudara tersebut disiarkan pertama kali oleh akun Instagram @kabarbintaro.

Dalam akun instagram itu, disebutkan kejadian ini terjadi di putaran restoran cepat saji McD Donalds Bintaro Sektor sembilan, Tanggerang Selatan, Kamis (8/8/2019) kemarin.

Korban disebutkan berinisial A yang masih berumur 18 tahun. Berdasarkan informasi, kejadian itu terjadi saat korban memutar balik di lokasi dengan menggunakan sepeda motor.

Tiba-tiba, beberapa anak muda langsung menghampiri korban dan memegang payudaranya.

Korban teriak dan menangis hingga akhirnya warga berdatangan hingga para pelaku melarikan diri.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas