Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tanpa Subsidi, Penumpang LRT Jakarta Harus Bayar Tiket Rp 41 Ribu

Subsidi untuk tarif LRT Jakarta pernah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta pada Maret 2019.

Tanpa Subsidi, Penumpang LRT Jakarta Harus Bayar Tiket Rp 41 Ribu
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah warga mengikuti uji coba kereta Light Rail Transit (LRT) Jakarta di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019). PT LRT Jakarta kembali melakukan uji coba secara gratis bagi warga yang tertarik menjajal LRT. Uji publik kali ini akan berlangsung selama 11 hari, terhitung sejak 11 Juni hingga 21 Juni 2019. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tarif moda transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading, Jakarta, sepanjang 5,8 kilometer mencapai Rp 41.655.

Namun, Pemprov DKI Jakarta memberikan subsidi sehingga tarif yang dibebankan kepada penumpang hanya Rp 5.000 untuk satu kali perjalanan.

"Subsidi sekitar Rp 30.000-an," ujar Direktur Utama PT LRT Jakarta Wijanarko di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (1/12/2019).

Wijanarko berujar, pembayaran tarif LRT Jakarta bisa menggunakan kartu uang elektronik dari lima bank, Bank DKI, Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI.

Pembayaran juga bisa menggunakan kartu single journey trip LRT Jakarta. Khusus untuk kartu single journey trip, penumpang harus membayar biaya deposit kartu sebesar Rp 15.000.

Uang itu akan dikembalikan setelah penumpang keluar dari area peron kereta. Pengembalian deposit bisa dilakukan via loket atau vending machine di stasiun tujuan.

Batas waktu pengembalian deposit, yakni tujuh hari sejak penumpang tap out di stasiun. "Tarifnya flat Rp 5.000 untuk seluruh stasiun," kata Wijanarko.

Subsidi untuk tarif LRT Jakarta pernah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta pada Maret 2019.

Baca: Hari Ini LRT Jakarta Mulai Beroperasi Komersial Setelah Tiga Kali Uji Coba, Tarifnya Rp 5.000

Saat itu, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta M Abas menjelaskan, tarif keekonomian untuk LRT Jakarta, yakni Rp 41.655.

Namun, Pemprov DKI mengusulkan tarif yang dibebankan kepada penumpang sebesar Rp 6.000. Oleh karena itu, Pemprov DKI harus menggelontorkan subsidi dari APBD.

Saat itu, Pemprov DKI mengusulkan subsidi per penumpang LRT Jakarta sebesar Rp 35.655 dengan estimasi jumlah penumpang 14.255 per hari.

Dengan demikian, jumlah subsidi yang dibutuhkan, yakni Rp 327 miliar untuk LRT pada 2019. Pada akhirnya, tarif yang dibebankan kepada penumpang LRT Jakarta disetujui Rp 5.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tarif LRT Jakarta Rp 5.000, Tanpa Subsidi Rp 41.000".

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas